Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Bertahun-tahun 147 Desa di Pati Belum Terima Deviden BUMDEsma

Suasana audiensi di ruang rapat paripurna DPRD Pati (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Sebanyak 147 desa yang menanamkan modal di Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Kabupaten Pati, hingga saat ini belum mendapatkan bagi hasil atau deviden. Padahal, penyertaan modal itu sudah dilakulan sejak 2019 lalu.

Karena itu, pihak desa pun menuntut BUMDesma agar terbuka terkait masalah tersebut. Tuntutan itu disuarakan melalui audiensi dengan Komisi D DPRD Pati, Senin (8/11/2021).

Ketua Komisi D DPRD Pati Wisnu Wijayanto pun langsung mendatangkan pihak-pihak terkait.

“Audiensi ini menyampaikan bahwa desa yang sudah memberikan saham ke BUMDesma sampai saat ini belum dapat deviden,” ujar Wisnu, Senin (8/11/2021).

Baca: Terdampak Corona, BUMDesma Pati Tahun Ini Belum Bagikan Deviden

Ia mencatat, sedikitnya ada 147 desa yang menyerahkan modal usaha ke BUMDesma. Total dana yang sudah terhimpun ada sebanyak Rp 5,1 miliar.

Oleh BUMDesma, dana tersebut kemudian dikelola untuk mendirikan klinik kesehatan di beberapa kecamatan.

Dalam kepesertaannya, klinik ini juga menjadi fasilitas kesehatan (faskes) pratama agar bisa melayani warga yang menggunakan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari pemerintah. Bahkan jumlah keanggotannya sudah mencapai ribuan orang.

Baca: Persipa Pati Hancurkan PSD 3-1 Untuk Kuasai Grup B

Namun, dari pihak BUMDesma mengaku hingga saat ini perusahaan yang dikelolanya itu belum mendapatkan untung sama sekali. Sehingga, desa-desa yang sudah menyetorkan modal juga belum bisa mendapatkan deviden.

“Yang tercatat ikut BUMDesma ini ada 159 desa, tetapi yang sudah menyetorkan modal hanya 147 desa. Itu yang muncul saat audiensi. Tetapi untuk validasinya, tentu masih butuh penelusuran lebih lanjut,” imbuhnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.