Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pena Detektif Buatan Siswa MAN Kudus Sabet Emas Internasional

Siswa MAN 2 Kudus menunjukkan detective pen pendeteksi bahan berbahaya pada makanan. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Detective pen atau pena detektif karya siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kudus kembali menyabet prestasi. Pena yang bisa mendeteksi kandungan bahan berbahaya pada makanan meraih gold medal award.

Penghargaan ini diraih dalam International Exhibition for Young Inventors (IEYI) 2021 yang diikuti sekitar seratusan tim dari berbagai negara dan diumumkan pada 1 November 2021.

Pena detektif itu buatan Almas Fauziyah dan Ginaris Arum Pinasti yang saat ini duduk di bangku kelas XII jurusan matematika dan ilmu pengetahuan alam.

Almas Fauziyah mengatakan, merasa sangat bangga dan bersyukur telah meraih medali emas di ajang kompetisi internasional. Hasil tersebut, tak lepas dari upaya mereka yang telah mengembangkan detective pen agar memiliki fungsi maksimal dan lebih aman dari sebelumnya.

Awalnya, detective pen tersebut dibuat dari ekstrak kulit buah naga yang digunakan untuk mendeteksi kandungan formalin, ekstrak ubi ungu yang digunakan untuk mendeteksi borax, dan HCL (Asam Klorida) yang digunakan untuk mendeteksi pewarna sintetis.

“HCL bahan kimia kami ganti menjadi bahan alam yakni ekstrak daun pacar air, agar lebih aman. Terus eskrak kulit buah naga kami ganti dengan ekstrak bunga telang. Karena perubahan warna pendeteksi formalin lebih mencolok jika menggunakan ekstrak bunga telang,” katanya, Kamis, (4/11/2021).

Siswa MAN 2 Kudus menunjukkan proses pembuatan pena detektif. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

Ia menjelaskan, bahan-bahan tersebut dimasukan ke dalam refil bolpoin berisi empat. Tiga refill diisi bahan-bahan tersebut dan ujung bolpoin dimodifikasi, agar cairan bisa keluar. Sedangkan satu refill tetap pada fungsinya untuk menulis.

Baca: Dua Siswa MAN 2 Kudus Ciptakan Pena yang Mampu Deteksi Formalin di Makanan

Cara kerjanya, sambung Almas, detective pen yang sudah terisi bahan tersebut diteteskan di sampel makanan yang diindikasikan memiliki kandungan borax, formalin hingga pewarna sintetis. Pengguna bisa menekan refill bolpoin sesuai yang dibutuhkan.

“Nanti cairan dari detective pen dan sampel makanan yang sudah tercampur akan berubah warna jika memang ada kandungan-kandungan berbahaya,” ungkapnya.

Kepala MAN 2 Kudus Shofi sangat mengapresiasi prestasi yang mampu diraih siswanya. Apalagi prestasi dari detective pen yang diciptakan bukan kali pertama diraih.

Baca: Ciptakan Alat Cegah Kerumunan, Lima Siswa MAN 2 Kudus Sabet Penghargaan dan Kuliah Gratis

Pihak sekolah akan membantu dalam upaya untuk produksi pena yang sangat bermanfaat itu.

“Sangat bangga dengan semangat siswa kami di masa pandemi yang terus berprestasi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat produk yang membantu kelayakan makanan bisa diproduksi, akan kami bantu proses produksinya,” ucapnya.

Sebelumnya, detective pen yang dibuat siswa itu pada 19 November 2021 lalu mampu menyabet medali perak di ajang National Young Inventors Award 2020 (NYIA) yang diadakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.