Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Dandangan Kudus Resmi jadi Warisan Budaya Tak Benda

Asal Usul Dandangan Tradisi Warisan Walisongo
Ilustrasi. Lapak pedagang di tradisi Dandangan Kudus. (MURIANEWS)

MURIANEWS, Kudus – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menetapkan tradisi adat Dandangan di Kabupaten Kudus sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBtb).

Tradisi Dandangan diketahui merupakan tradisi adat yang digelar di Kabupaten Kudus menjelang bulan Ramadan.

Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Agus Susanto mengatakan, Dandangan telah ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya tak benda di Jawa Tengah.

“Sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kemendikbud pada 29 Oktober 2021,” katanya, Rabu (3/11/2021).

Ia menjelaskan, menurut sejarah, tradisi Dandangan sudah ada sejak 450 lalu pada masa Sunan Kudus (Syeikh Ja’far Shodiq ) menyebarkan Islam di Kabupaten Kudus.

Nama Dandangan berasal dari suara beduk yang ditabuh di Masjid Menara Kudus.

“Saat itu untuk menandai awal bulan puasa (Bulan Ramadan,red). Pada mulanya Dandangan itu tradisi berkumpulnya para santri di depan Masjid Menara Kudus untuk menunggu pengumuman dari Sunan Kudus tentang penentuan awal puasa,” jelasnya.

Baca: Inilah Asal Usul Dandangan Kudus

Seiring berjalannya waktu, sambung dia, banyaknya santri yang berkumpul membuat tradisi Dandangan juga dimanfaatkan para pedagang untuk berjualan di sekitar Masjid Menara Kudus.

Bahkan, tradisi Dandangan semakin meriah dengan para pelaku usaha yang memanfaatkan momen itu untuk berjualan di sepanjang Jalan Sunan Kudus.

Hanya saja, dua tahun terakhir, kondisi pandemi memaksa tradisi Dandangan ditiadakan. Disbudpar sendiri akan tetap berupaya melestarikan tradisi Dandangan yang sudah sejak lama ada di Kudus.

“Kami akan lestarikan terus tradisi Dandangan, dengan tambahan acara-acara budaya Kudusan seperti gelaran Terbang Papat, hingga tabuh beduk. Insyaallah selesai pandemi akan kami mulai lagi gelaran Dandangan,” pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...