Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Grobogan Siaga Bencana, Sudah Terjadi 16 Longsor dan Banjir

Bupati Grobogan Sri Sumarni mengecek peralatan penanggulangan bencana dalam apel siaga di Alun-Alun Purwodadi. (MURIANEWS/Dani Agus)

MURIANEWS, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni mengajak peran serta seluruh komponen masyarakat dalam penanggulangan bencana. Hal itu disampaikan Sri dalam apel siaga bencana yang dilangsungkan di Alun-Alun Purwodadi, Rabu (3/11/2021).

Dalam apel siaga itu, relawan dari berbagai instansi serta peralatan penunjang penanganan bencana juga disiagakan.

“Masalah penanggulangan bencana, tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Kita butuh dukungan dan peran serta dari seluruh komponen masyarakat,” katanya.

Sri menyatakan, berdasarkan peta geografis, Kabupaten Grobogan memang cukup rentan bencana. Sebab, letaknya berada di daerah cekungan perbukitan atau lembah. Yakni, perbukitan Pegunungan Kendeng Utara dan Kendeng Selatan.

“Grobogan ini kalau musim hujan rawan banjir dan angin kencang. Sedangkan saat kemarau rawan kekeringan dan kebakaran,” ujarnya.

Sri menyebut, berdasarkan data bencana sampai akhir Oktober 2021, sudah terjadi bencana banjir dan tanah longsor sebanyak 16 kali. Kemudian, bencana angin kencang sebanyak 11 kali.

“Dari bencana yang sudah terjadi ini, enam kali di antaranya terjadi pada bulan Oktober,” terangnya.

Baca: Longsor Grobogan Robohkan Satu Rumah Warga

Meski demikian, lanjut Sri, Pemkab akan berupaya untuk meminimalkan terjadinya bencana alam di wilayahnya.

Sejauh ini, sudah cukup banyak langkah yang diambil dalam kaitannya dengan penanganan bencana tersebut. Misalnya, pembuatan embung, reboisasi, normalisasi sungai dan perbaikan tanggul.

“Apel ini sengaja diselenggarakan dengan tujuan adanya sinergi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kemungkinan resiko terjadinya bencana akibat cuaca ekstrim di wilayah Kabupaten Grobogan,” sambungnya.

Baca: Ratusan Rumah di Klambu Grobogan Diterjang Banjir Bandang

Sri meminta kepada pihak BPBD untuk lebih sigap dalam penanganan bencana. Upaya monitoring kondisi lapangan perlu terus dilakukan setiap saat. Harapannya, jika terjadi bencana bisa meminimalisir korban jiwa maupun harta benda.

“Datangnya bencana alam ini tidak bisa diprediksi kapan datangnya. Untuk itu, sikap waspada selalu kita lakukan agar bisa mempercepat upaya penanganan. Tidak lupa, koordinasi dengan instansi terkait lainnya juga rutin diperlukan,” katanya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...