Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Mantan Kades di Pati yang Cabuti Tiang Lampu Buka Suara

Mantan Kades Guwi Sulhan memberikan keterangan kepada wartawan. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Aksi mantan kepala desa (kades) Guwo, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati yang mencabuti tiang lampu jalan setelah tak menjabat ramai jadi perbincangan. Sang mantan kades pun buka suara.

Mantan kades itu Bernama Sulhan. Ia mengatakan, tetap akan mencabut tiang-tiang lampu jalan yang dipasang semasa dua periode ia menjabat.

Bahkan saat ini sudah ada sekitar 70 tiang yang berhasil dicabut. Namun menurutnya, tak semua tiang jalan akan dicabut.

Ia tidak akan mencabut tiang lampu jalan yang berada di wilayah masjid dan area pemakaman umum.  Sementara untuk yang berada di jalan, tetap akan dilakukan pencabutan.

“Untuk fasilitas umum seperti di masjid dan pemakaman, tidak saya cabut. Biarlah itu menjadi sedekah saya,” kata Sulhan saat ditemui di rumahnya, Senin (1/11/2021).

Baca: Ini Alasan Mantan Kades di Pati Kekeh Cabuti Tiang Lampu Jalan

Sulhan menjelaskan, pemasangan tiang penerangan itu dilakukan sejak periode pertama ia menjabat sebagai kades. Pemasangan itu berdasarkan inisiatifnya sendiri lantaran pada saat itu masih banyak jalan desa yang gelap.

Baca: Kalah Pilkades, Mantan Kades di Pati Cabut Puluhan Tiang Lampu Jalan

Untuk pengadaan tiang, dirinya mengaku sama sekali tidak menggunakan anggaran dari desa, melainkan murni dari kantong pribadinya. Hal itu didukung dengan usahanya yang memang intens melakukan pengadaan tiang penerangan jalan.

“Saya mengambil tiang ini dari Surabaya. Kalau ada yang pesan ke saya, sekalian saya juga beli untuk penerangan di desa Guwo. Karena itu, pemasangannya tidak secara serentak, melainkan berangsur,” ujarnya.

Baca: Mantan Kades di Pati Cabuti Tiang Lampu Jalan, Pemdes Siapkan Langkah Ini

Dia menambahkan selama periode pertama itu, pihkanya sudah memasang sekitar 100 lebih tiang penerangan jalan desa. Sementara pada periode kedua, hanya sekitar sembilan sampai sepuluh tiang saja.

“Untuk stau batang tiang, harganya sekitar Rp 2,5 juta, itu dari pabrik, belum (biaya angkut, red) sampai ke Guwo dan pemasangan. Kalau dikalkulasi, sampai tiang berdiri, ya sekitar Rp 3 juta per batangnya,” beber Sulhan.

Menurutnya, tiang yang digunakan untuk penerangan jalan itu sama sekali tidak dihibahkan kepada desa. Sehingga, tiang tersebut status kepemilikannya masih atas nama Sulhan.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

 

Comments
Loading...