Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Film Sabda Alam Curi Perhatian, Begini Kondisi Perburuan Satwa di Muria

film animasi
Salah satu adegan dalam film animasi Sabda Alam karya siswa SMK RUS Kudus. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Film animasi berjudul Sabda Alam buatan siswa SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Film ini membawa pesan yang mendalam tentang kelestarian alam.

Film singkat ini bercerita tentang burung-burung endemik Nusantara yang terancam punah karena aksi perburuan liar. Seperti burung rangkong, jalak bali, kakak tua jambul kuning hingga burung ekek keling.

Film ini dinilai cukup sukses mengedukasi tentang pelestarian alam, dan menarik perhatian publik.

Sejak diunggah pada 12 September 2021, film ini telah dilihat 2,9 juta kali di kanal youTube RUS Animation Studio.

Sejumlah publik figur hingga pejabat negara juga takjub dan memuji karya anak bangsa itu.

Nur Hamid, Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Ternadi BKP Muria Patiayam, KPH Pati.

Ia sangat mengapresiasi film buatan siswa SMK RUS Kudus itu. Pasalnya film itu akan sangat membantu mengedukasi masyarakat pentingnya pelestarian lingkungan hidup beserta ekosistemnya.

“Filmnya sangat bagus, ada pesan edukasi dan kampanye kepada masyarakat supaya tidak melakukan perburuan satwa. Tentunya kami sangat mendukung film itu,” katanya, Jumat (29/10/2021).

Lalu Bagaimana kondisi di wilayah hutan Pegunungan Muria?

Ia menjelaskan, dari pantauannya di kawasan Hutan Muria perburuan liar sudah sangat jarang didapati. Artinya, masyarakat sudah semakin paham akan pentingnya pelestarian ekosistem lingkungan hidup.

Baca: Air Mata Dian Sastro Menetes Tonton Film Buatan Siswa SMK RUS Kudus

Bahkan, menurutnya elang bido hingga macan tutul sampai sekarang masih bisa ditemui di kawasan Hutan Muria.

“Setiap saya patroli, jarang sekali ada orang berburu. Di Kawasan hutan Muria itu berdasarkan kamera trap yang dipasang BKSDA dan Djarum masih terlihat ada macan tutul hingga rusa. Untuk burung seperti elang bido, cucak hijau, trucukan, gentilang, itu juga masih ada,” ucapnya.

Baca: Sandiaga Uno, Sri Mulyani hingga Ganjar Puji Film Animasi Buatan Siswa Kudus

Lebih lanjut ia menyebut, masyarakat saat ini harus turut mendukung pelestarian satwa-satwa yang masih dapat ditemukan di kawasan hutan Muria. Sehingga, keseimbangan ekosistem lingkungan bisa tetap terjaga.

“Satwa-satwa yang ada di hutan harus dilestarikan. Agar generasi muda dan anak cucu kita kelak bisa tetap mengetahui sejumlah satwa yang hidup di kawasan Muria, jadi bukan hanya lewat dongeng,” pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...