Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Tagar Stop Wajib PCR Ramai di Twitter, Warganet: Niat Banget Peras Rakyat

Tagar Stop Wajib PCR
Ilustrasi tagar stop wajib PCR trending di Twitter. (Istimewa)

MURIANEWS, Jakarta – Tagar stop wajib PCR atau #StopWajibPCR menggema di Twitter. Tagar ini muncul usai pemerintah mewajib tes PCR bagi pelaku perjalanan domestik.

Kebijakan ini termaktub dalam Inmendagri No 55 tahun 2021 yang diteken 27 Oktober 2021. Di mana, [enumpang pesawat wajib tes PCR minimal H-3 sebelum keberangkatan. Sedangkan moda transportasi lainnya (darat dan laut) wajib swab antigen.

Kebijakan itu pun membuat publik bergolak. Wargane ramai-ramai mengkritik dengan menaikan #StopWajibPCR hingga trending di Twitter.

Baca juga: Meski Turun Harga, Naik Pesawat Tetap Wajib Tes PCR

“Iya niat bgd peras rakyat,” tulis @warrior_ladys, seperti dilihat MURIANEWS, Jumat (29/10/2021).

“Maen gaya baru pemerintah mencari keuntungan,” timpal @fauzi83717354.

“Era kopit: Maskapai penerbangan bukan promo tiket, tapi promo PCR,” gurau @fabree17_.

Tak hanya mengkritik, warganet lainnya juga ada yang meminta PCR digratiskan. Dalam cuitannya, dia membandingkan kebijakan wajib PCR itu dengan tax amnesti.

“Gratiskan PCR utk rakyat padahal utk konglomerat saja kalian beri tax amnesti,” cuit @ilham281011.

Menurut netizen lain, kebijakan mewajibkan tes PCR adalah kontraduktif dalam kebangkitan ekonomi. “Kontraproduktif dengan membangkitkan perekonomian,” kata @bento15068118.

Kebijakan wajib PCR untuk penumpang pesawat ini juga menuai banyak kritik. Eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti turut menyampaikan suaranya.

Dia mengkritik kebijakan itu dengan mengunggah sebuah pemberitaan dari sebuah media yang berjudul ‘Mulai 24 Oktober, Inggris Tidak Berlakukan Tes PCR untuk Penerima Vaksin Penuh’.

“RI sudah Impor 203 Ton Alat Tes PCR hingga Agustus 2021,” tulis Susi dipostingan lainnya.

Sementara itu, pemerintah sendiri sudah menurunkan harga PCR menjadi Rp 275 ribu untuk Jawa-Bali dan Rp 300 ribu untuk luar Jawa-Bali. Perubahan ini menindaklanjuti kritikan pada pemerintah.

Dalam regulasi yang terbaru, di luar Jawa-Bali, penumpang pesawat bisa menggunakan tes antigen sebagai syarat penerbangan. Selain itu, masa berlaku PCR menjadi 3×24 jam.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.