Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Raih Perak, Meski Cedera Sejak Babak Penyisihan PON Papua

Vinka
Atlet tarung derajat asal Kudus, Vinka Widyaningrum meraih medali perak di PON XX Papua.(MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Atlet tarung derajat asal Kudus, Vinka Widyaningrum berhasil mempersembahkan medali perak di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. Namun, medali perak itu harus diraih dengan perjuangan.

Vinka harus berjuang menahan sakit atas cedera yang didapatnya. Bahkan cedera itu dirasakannya sejak di babak penyisihan.

Artinya, dia harus menahan cedera retak jari tangan selama tiga laga. Yakni di babak penyisihan, di babak semifinal, dan di babak final.

Perempuan kelahiran Kudus, 12 April 2002 itu mengalami cedera sejak babak penyisihan. Tepatnya saat menghadapi atlet Jawa Timur.

“Saya salah mukul, akhirnya cedera. Ada yang geser dan retak di bagian jari tangan,” katanya, Kamis (28/10/2021).

Meski mengalami cedera, dia berhasil mengalahkan atlet Jawa Timur di babak penyisihan. Torehan itu terbilang berkesan baginya lantaran saat Pra PON 2019 silam, Vinka kalah dengan atlet tarung derajat asal Jawa Timur ini.

BACA JUGA: Cerita Atlet Tarung Derajat Kudus di PON Papua

“Saat lawan Jawa Timur itu saya cedera dan bengkak. Tapi alhamdulillah bisa menang. Setiap selesai pertandingan dikompres,” terangnya.

Jeda istirahat hanya sehari. Lalu, Vinka meladeni atlet tarung derajat Sumatera Barat di babak semifinal. Saat itu Vinka kembali meraih hasil positif dan melaju ke babak final menantang atlet asal Papua.

“Jeda tiap-tiap pertandingan itu hanya sehari. Jadi tiap selesai bertanding, bagian yang cedera saya kompres,” ungkapnya.

Sayangnya, saat meladeni atlet asal Papua, Vinka tidak dapat memenangi pertandingan. Perempuan yang hobi olahraga itu harus puas meraih medali perak.

“Setelah laga final itu saya ke ruang medis di sekitar GOR untuk dirujuk ke rumah sakit yang ada di Papua. Dikasih dua pilihan mau di gip atau di operasi,” jelas dia.

Saat itu Vinka memilih untuk di gip. Setelah itu dia melakukan operasi di Rumah Sakit Kariadi Semarang.

“Pulang ke Kudus dulu. Kemudian operasi di Kariadi. Di Kariadi selama tiga hari. Minggu depan kontrol lagi. Kata dokter masa penyembuhan sekitar dua bulan,” imbuhnya.

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Budi erje

Comments
Loading...