Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Vaksinasi Covid-19 Dosis Satu dan Dua di Kudus Jomplang, Ini Kata DKK

Warga Kudus tengah menjalani vaksinasi Covid-19. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Capaian vaksinasi Covid-19 antara dosis satu dan dua cukup jomplang. Di mana pada dosis pertama capaianya sudah mencapai 51 persen, namun dosis dua baru 29 persen.

Pada dosis satu ada 339.645 orang sudah disuntik vaksin, dari target 665.884 warga Kudus. Sementara pada dosis dua, baru 193,023 orang.

Kejadian tersebut sebelumnya juga pernah terjadi di awal serbuan vaksinasi Covid-19 beberap bulan lalu. Di mana banyak masyarakat belum mendapat suntikan kedua karena minimnya dropping vaksin.

Namun untuk kondisi saat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus memastikan tak adanya permasalah dalam hal dropping vaksin. Saat ini, per pekannya DKK Kudus biasa mendapat 6.000 dosis dengan beragam jenis vaksin.

“Kondisi saat ini bukan karena adanya dropping vaksin yang kurang, melainkan karena memang belum masuk masa vaksinasi kedua,” kata Kepala DKK Kudus Badai Ismoyo, Kamis (28/10/2021).

Badai mengatakan, Pemkab Kudus kini memang tengah menggencarkan vaksinasi untuk dosis pertama. Sementara masa tunggu dosis satu ke dosis dua kini adalah selama 28 hingga 30 hari.

“Di keadaan normal, kondisi seperti ini biasanya ada di perbandingan 1:3, benar timpang tapi tidak ada kendala,” ujarnya.

Baca: Tinggal Tiga RT di Kudus Berstatus Zona Oranye Covid-19

Pengalokasian vaksin yang dikirim dari pusat pun diatur sedemikian rupa. Ketika itu bisa digunakan untuk dosis pertama, maka akan digunakan untuk itu.

Jika tidak, tentu saja dilakukan percepatan pada dosis kedua sesuai tanggal yang ditentukan.

“Baik dosis satu maupun dosis dua akan dilakukan percepatan ketika ada stok vaksin,” pungkas dia.

Badai pun berharap, animo masyarakat untuk mengikuti vaksinasi ini bisa terus berlangsung. Ketika semuanya bersemangat, maka bukan tidak mungkin kekebalan masyarakat segera terbentuk.

“Kami dari pemerintah berupaya penuh untuk mencapai itu, kami juga mendorong pihak swasta untuk bisa melakukan percepatan vaksinasi,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

 

Comments
Loading...