Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pengusaha Karaoke Pati Dukung Penutupan Tempat Prostitusi

Tim Pencegahan dan Penanggulangan Prostitusi Pati menyegel tempat prostitusi terselubung. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Paguyuban Pengusaha Karaoke (Pusaka) Kabupaten Pati mendukung penuh adanya penutupan tempat prostitusi yang dilakukan oleh pemerintah daerah.

Apalagi, sebagian besar pekerja yang ada di lokalisasi itu bukan merupakan warga Bumi Mina Tani, melainkan dari luar daerah.

Wakil Ketua Pusaka Pati Herry Santoso mengatakan tempat karaoke dan tempat prostitusi itu terpisah dan tidak bisa dipadukan. Namun, pandangan masyarakat selama ini menganggap bahwa tempat prostitusi ada afiliasi dengan usaha karaoke.

Baca: Tempat Prostitusi Terselubung di Juwana dan Gabus Pati Disegel Petugas

“Kami meluruskan itu. Anggota kami ada 33 pengusaha karaoke. Kami semua mendukung penuh penutupan tempat prostitusi. Perlu diketahui, kami tidak ada sangkut pautnya dengan tempat prostitusi, kami berdiri sendiri,” jelasnya, Selasa (26/10/2021).

Dia menambahkan, pencampuradukan tempat karaoke dan prostitusi itu tidak benar. Apalagi keduanya mempunyai jalur yang berbeda.

“Prostitusi seperti di Lorok Indah (LI) Wagenan, Kampung Baru, maupun Ngebruk City, itu terpisah dari Pusaka. Justru kami sangat mendukung apabila tempat prostitusi di Pati ini ditutup,” ungkapnya.

Menurutnya, usaha karaoke di Pati ya g tergabung dalam Pusaka sudah mempunyai izin dari Online Single Submission (OSS). Hanya saja, setiap kali mau mengurus izin tingkat daerah, diakuinya dipersulit.

Baca: Tempat Prostitusi Terselubung di Juwana dan Gabus Pati Disegel Petugas

“Semuanya sudah mempunyai izin OSS. Kami berkali-kali ngurus izin di daerah, tapi selalu persulit. Padahal OSS sudah punya. Ini kan repot juga,” lanjutnya.

Pihaknya juga menyayangkan adanya pemutusan sambungan listrik yang dinilainya dilakukan secara sepihak. Sekalipun karaoke sudah tutup, tetapi pemutusan sambungan listrik tanpa pemberitahuan pemilik usaha, diakui sangat menyesalkan.

“Kami tidak pernah tahu adanya pemutusan sambungan listrik karena kami tidak pernah diberikan surat, baik dari Bupati maupun PLN terkait akan diputuskan. Jadi sampai saat ini yang kami sesalkan, walau pun listrik sudah diputus, tidak bisa beroperasi, tapi abonemen listrik tetap disuruh bayar terus,” tutupnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...