Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pembunuh Wanita dalam Plastik di Grobogan Terancam Hukuman Mati

Polisi mengevakuasi mayat terbungkus plastik di hutan Kabupaten Grobogan. (MURIANEWS/Dani Agus)

MURIANEWS, Grobogan – Pelaku pembunuhan wanita yang mayatnya diikat tali rafia dan dimasukkan kantong plastik kemudian dibuang di kawasan hutan KPH Gundih, Grobogan, bisa dipastikan bakal mendapat hukuman berat.

Pihak kepolisian bakal menjerat pelaku dengan Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP. Polisi akan menjerat pelaku dengan pasal pembunuhan berencana.

“Tersangka akan kita jerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Adapun ancamannya adalah hukuman mati, penjara seumur hidup atau 20 tahun penjara,” kata Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Andryansyah Rithas Hasibuan, Selasa (26/10/2021).

Pelaku pembunuhan diketahui seorang duda berusia 37 tahun bernama Agus Supriyanto yang asalnya dari Kecamatan Mranggen, Demak.

Sedangkan korban pembunuhan adalah janda berusia 32 tahun bernama Dewi Septin, yang sesuai KTP beralamat di Tangerang Selatan.

Baca: Alasan Duda Ini Bunuh Pacar dan Buang Mayatnya di Hutan Grobogan

Namun, setelah pisah dengan suami, ia tinggal di rumah orang tuanya di Pemalang. Sekitar empat bulan lalu,  korban bekerja jadi pelayan rumah makan di Semarang.

Dijelaskan, korban dan pelaku sebelumnya sudah saling menjalin komunikasi lewat media sosial, sekitar satu tahun lalu. Namun,  hubungan mereka menjadi lebih dekat setelah korban bercerai dan akhirnya kerja di Semarang.

Dari pengakuan pelaku,  korban sudah sempat dikasih uang secara bertahap yang nilainya sampai Rp 32 juta. Sebagian uang ini dipakai korban untuk mengurusi biaya perceraian.

Baca: Mayat Pria Terbungkus Kain Ditemukan di BKT Cilincing Jaktim

Meski demikian, dari keterangan pelaku, korban masih  menjalin hubungan dengan pria lain. Hal inilah yang membuat pelaku merasa cemburu dan sakit hati hingga punya rencana untuk menghabisi korban.

Pembunuhan itu akhirnya dilakukan pelaku pada Minggu (10/10/2021) dinihari saat keduanya dalam perjalanan menuju ke rumah orang tua korban di Pemalang. Lokasi pembunuhan terjadi di wilayah Kendal.

“Jadi,  kasus ini motifnya masalah asmara. Pelaku merasa cemburu dan sakit hati sama korban,” pungkasnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...