Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Sukmawati Jalani Ritual Sudhi Wadani, Apa Itu?

Sukmawati mandi air laut di Pantai Lovina Buleleng untuk menjalani ruwatan. (Repro JPPN.com)

MURIANEWS, Buleleng – Sukmawati Soekarnoputri, putri Presiden Sukarno pindah agama dari Islam ke Hindu. Untuk itu dia harus menjalani upacara Sudhi Wadani.

Pada dasarnya, upacara Sudhi Wadani adalah pembersihan diri sebelum seseorang memeluk agama Hindu. Upacara ini sudah diakui di Keputusan Seminar Kesatuan Tafsir terhadap Aspek-aspek Agama Hindu pada 18-20 Februari 1981.

Secara etimologi, Sudhi Wadani berasal dari bahasa Sansekerta yakni suddh yang dilafalkan menjadi sudhi. Kata itu memiliki arti bersih, suci, disucikan atau penyucian.

Sedangkan, Wadani mulanya dari kata vada yang berarti pernyataan, pembicaraan yang dilakukan dengan baik dan pantas. Dalam konsep lain, artinya upacara pelantikan untuk menganut ajara Wedha.

Sebagaimana diketahui Wedha atau Weda adalah kitab suci agama Hindu. Jadi Sudhi Wadani dapat dimaknai sebagai pernyataan untuk menjadi penganut ajaran suci Wedha.

Baca juga: Ini Alasan Sukmawati Pindah Agama Hindu

Melansir dari Detikcom, orang yang akan menjalani upacara Sudhi Wadani harus mempersiapkan berbagai hal. Selain kemantapan jiwa, orang itu harus siap dengan syarat administrative.

Untuk syarat administratif, seseorang harus membuat surat pernyataan keputusan menjadi umat Hindu tanpa paksaan dan tekanan. Kemudian membuat surat permohonan kepada Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), melampirkan pas foto dan KTP, dan menghadirkan saksi-saksi.

Kemudian, pihak PHDI akan memilih rohaniawan yang dalam hal ini adalah pinandita untuk memimpin upacara, mempersiapkan dan memilih tempat pelaksanaan upacara. Bila ditilik dari ritual yang dilaksanakan, secara garis besar upacara ini fokus pada ritual pembersihan yang dilaksanakan dengan sarana byakala dan prayascita lalu ayaban.

Dalam pelaksanaan byakala, seseorang akan memasuki halaman tempat suci dalam hal ini pura dan diajak berdoa. Kemudian untuk prayascita, mereka akan dibersihkan dan disucikan dari kotoran. Lalu untuk ayaban, orang tersebut akan diajak berterima kasih pada Hyang Widhi (sebutan Tuhan dalam agama Hindu).

Bila sudah, pemimpin upacara akan membacakan pernyataan yang sudah ditulis orang yang melakukan Sudhi Wadani, sembari ikut ditirukan. Kemudian dilakukan penandatanganan yang diperhatikan para saksi.

Setelah itu, dilakukan sembahyang bersama yang dipandu pemimpin upacara. Sembahyang ini menyembah tanpa sarana, dengan bunga, dengan kwangen, dan menyembah tanpa sarana lagi.

Sembahyang dilanjutkan dengan memohon air suci (tirtha). Air suci ini dipercikkan ke kepala, diminum, dan diusapkan ke wajah.

Rangkaian upacara dilanjutkan Dharma Wacana yang diberikan PHDI. Dharma Wacana ini diberikan sebagai bekal kepada umat Hindu baru di mana di sana terdapat ajaran agama Hindu.

Akhirnya, Sudhi Wadani ditutup dengan ucapan selamat dan paramashanti yaitu ucapan salam yang mengandung makna kedamaian sempurna.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Detikcom

Comments
Loading...