Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Disebut Punya Delapan Orang di KPK, Ini Kata Azis Syamsuddin

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. (Kompas.com/Irfan Kamil)

MURIANEWS, Jakarta – Mantan Wakil Ketua DPR dari Partai Golkar Azis Syamsuddin membantah punya delapan orang di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bantahan itu diungkapkannya saat menjadi saksi sidang lanjutan perkara suap yang menjerat mantan penyidik KPK dari unsur Polri, AKP Stepanus Robin Pattuju di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (25/10/2021).

Saat itu, salah satu pengacara Robin menanyakan pada saksi, terkait delapan penyidik di KPK yang bisa digerakkan Azis Syamsuddin. Pertanyaan itu berkaitan dengan informasi yang diberikan Sekda Tanjungbalai, Yusmada.

“Saksi Yusmada dapat informasi, bapak punya 8 penyidik yang bisa digerakkan?” tanya salah satu pengacara Robin dalam sidang, dikutip dari CNN Indonesia, Senin (25/10/2021).

Azis pun membantah memiliki delapan orang di KPK yang bisa ia gerakkan. “Tidak pak. Saya sudah ditanya KPK. Tidak ada pak [8 penyidik KPK yang bisa digerakkan],” jawab Azis.

Baca juga: Azis Syamsuddin Punya 8 Orang Dalam untuk Amankan Kasus, KPK Kalang Kabut

Dugaan ‘orang pegangan’ Azis di komisi antirasuah sebelumnya disampaikan jaksa saat membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Sekretaris Daerah Tanjungbalai Yusmada.

Jaksa menyebut ‘orang dalam’ ini diduga bisa digerakkan Azis membantu penanganan sebuah perkara. Jaksa kemudian mencecar maksud dalam BAP tersebut, terutama terkait dengan tujuan mengamankan perkara.

“Perkara apa?” ujar jaksa.

“Enggak ada disampaikan,” jawab Yusmada yang dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan Stepanus Robin.

Baca juga: Azis Syamsuddin Ditetapkan Tersangka, Ini Jumlah Suap yang Diberikan Pada Mantan Penyidik KPK

Menurut Yusmada, informasi itu berdasarkan penuturan dari mulut Mantan Wali Kota Tanjungbalai, Syahrial yang divonis tiga tahun penjara. Namun, Yusmada mengaku tidak mendalami lebih lanjut.

“Cuma ngomong untuk kepentingan Azis Syamsuddin aja?” kata jaksa.

“Iya pak,” ujar Yusmada.

Azis sendiri telah ditetapkan KPK sebagai tersangka karena diduga menyuap Stepanus Rp3,1 miliar dari komitmen awal Rp4 miliar. Atas perbuatannya, Azis disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: CNN Indonesia

Comments
Loading...