Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Solo Siapkan Tempat Isolasi Terpusat untuk Pelajar

Ilustrasi. Ruang isolasi Covid-19 RSUD Loekmono Hadi Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Solo – Semakin bertambahnya pelajar yang terkonfirmasi positif Covid-19 membuat Pemkot Solo bergerak cepat. Saat ini Pemkot Solo bahkan berencana mengkarantina pelajar tersebut di gedung isolasi terpusat.

Kebijakan tersebut saat ini masih digodok dan dimatangkan. Apalagi, banyak yang meyakini, dengan cara itu bisa memutus matarantai Covid-19 dari klaster PTM di kota begawan.

Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo, Ahyani, mengatakan gedung yang disiapkan adalah Dalem Priyosuhartan yang sampai saat ini belum dimanfaatkan.

Baca: Selesai Isolasi, 66 Siswa SMPN 4 Mrebet Diantar Pulang Polisi

Padahal, sejumlah peranti isolasi terpusat sudah ditata di bangunan sitaan koruptor simulator SIM Korlantas Polri itu.

“Kami masih rapatkan soal itu. Ya, sebenarnya enggak hanya untuk siswa sekolah tapi semuanya. Cuma utamanya siswa sekolah. Kami ingin anak-anak mendapatkan pengawasan khusus, jadi enggak isolasi mandiri di rumah. Ini juga untuk menekan persebaran virus SARS CoV-2,” katanya seperti dikutip Solopos.com, Senin (25/10/2021).

Kendati begitu, Ahyani mengaku belum mengetahui kapan kebijakan isolasi terpusat pelajar Solo yang kena Covid-19 itu akan berlaku. Pemkot harus memastikan terlebih dahulu kondisi psikis anak-anak tersebut baik saat menjalani isolasi.

Apabila tidak memungkinkan, mereka bisa menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. “Kami juga cek kondisi rumah orang tua yang bersangkutan, memungkinkan tidak untuk isolasi mandiri. Kalau tidak memungkinkan ya dibawa ke gedung isolasi terpusat. Tujuannya agar tidak menular ke mana-mana,” jelasnya.

Baca: Klaster PTM di Solo Juga Ditemukan di SMP, 12 Siswa Positif

Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa mengatakan, gedung isolasi terpusat bagi pelajar yang terpapar Covid-19 belum pasti. Penutupan sekolah dan penghentian sementara kegiatan PTM masih menjadi kebijakan utama saat ditemukan kasus Corona di salah satu sekolah.

PTM tak lantas dihentikan untuk seluruh sekolah. “Kami terus memantau perkembangan di sekolah yang ada temuan kasus. Selama sebulan penutupan itu, surveilans tak lantas berhenti. Kalau kasusnya muncul juga di sekolah lain, baru kami putuskan pembukaan gedung isolasi terpusat,” katanya.

Teguh menyebut selain Dalem Priyosuhartan, ia mengusulkan pengaktifan kembali Asrama Haji Donohudan (AHD) Boyolali. Gedung isolasi terpusat yang dikelola Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah itu saat ini tak lagi digunakan seiring penurunan kasus.

“Ya, kami usulkan AHD. Enggak hanya Dalem Priyosuhartan. Temuan kasus memang menjadi risiko pelonggaran, tapi tujuan pelonggaran kan untuk pemulihan ekonomi. Makanya, pemerintah mengatur mitigasinya,” beber Teguh.

Baca: Klaster Sekolah Muncul di Pekalongan, 18 Guru dan Siswa Positif Covid-19

Di sisi lain, kumulatif kasus Covid-19 hingga Senin (25/10/2021) mencapai 25.977 orang. Perinciannya 24.801 sembuh, 74 isolasi mandiri, 12 rawat inap, dan 1.087 orang meninggal dunia

Wawali menyebut kasus sempat bertambah dua digit pada Minggu (26/10/2021) sebagai dampak dari klaster sekolah. Sementara hari-hari sebelumnya, tambahan berkisar pada angka tunggal.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...