Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Asal dari Mitos Bupati Kudus Tak Berani Lewati Tanggulangin Usai Dilantik

Warga melintasi Jembatan Tanggulangin, Kabupaten Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Kawasan Tanggulangin yang berada di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, disinyalir memiliki daya magis bagi pejabat yang melintasi. Bahkan muncul mitos jika bupati Kudus tak bakal berani melintasi jembatan Tanggulangin, usai dilantik.

Pengamat sejarah Kudus, Sancaka Dwi Supani menjelaskan soal mitos ini. Menurutnya mitos daya magis di kawasan Tanggulangin ada sejak zaman Sunan Kudus.

Diceritakan, dulunya Sunan Kudus berselisih dengan Joko Tingkir. Saat itu takhta Demak dimenangkan Joko Tingkir. Padahal, saat itu Arya Penangsang yang notabene merupakan murid Sunan Kudus juga berhak atas takhta Demak.

“Namun, yang menang saat itu Joko Tingkir. Kemudian Kerajaan Demak dipindah ke Pajang atau Kartasura,” katanya, Senin (25/10/2021).

Berawal dari perselisihan itu, menurut penjelasan Sancaka Dwi Supani, Sunan Kudus memasang rajah di kawasan Tanggulangin. Rajah itu disinyalir berdampak bagi pejabat dari luar Kudus yang hendak masuk ke Kudus.

“Mitosnya ketika pejabat dari luar Kudus mau masuk ke Kudus lewat Tanggulangin bisa lengser atau apes,” sambungnya.

Sancaka mencontohkan saat pelantikan Bupati Kudus HM Hartopo yang digelar di Semarang pada Jumat (9/4/2021) lalu.

Baca: Awal Mula Mitos Pejabat Tak Berani Masuk Gapura Menara Kudus

Ia menyebut, saat hendak kembali ke Kudus, HM Hartopo tidak melewati Tanggulangin, melainkan memutar melalui Grobogan, Sukolilo, dan Pati. Padahal, jarak tempuh lebih dekat jika dari Semarang melewati Demak dan masuk ke Kudus.

Hal itu bukan yang pertama kalinya. Pada 2018 silam Bupati Kudus saat itu H Tamzil bersama wakilnya saat itu HM Hartopo juga menghindari Tanggulangin.

Saat itu keduanya baru saja dilantik di Semarang. Bedanya, usai dilantik keduanya memilih melewati Jepara sebelum masuk ke Kudus.

“Saat pelantikan, Hartopo kan dilantik di luar Kudus. Yakni di Semarang. Kemudian kembali ke Kudusnya lewat Grobogan,” ungkapnya.

Baca: Ketika Pakubuwono X Melewati Gapura Kalacakra yang Terkenal Magis

Benar atau tidaknya soal hal ini, menurutnya yang terpenting adalah menghormati apa yang ada sejak dulu. Terlebih menurutnya hal ini juga merupakan warisan leluhur.

“Kalau saya terlepas itu mitos atau tidak, yang penting kita menghormati saja. Toh hal seperti itu mungkin sudah ada sejak zaman leluhur kita,” imbuhnya.

Sementara itu Pengamat Sejarah Kudus, Hidayat menyebut jika memang ada kepercayaan jika Tanggulangin yang dilintasi pertemuan dua sungai sebagai daerah wingit.

“Secara akademik bisa dinalar juga. Selain itu untuk kawasan Tanggulangin memang ada kepercayaan kuno dulunya dirajah,” terangnya.

 

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...