Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Fosil Banteng Purba Diselamatkan dari Tepi Bengawan Solo di Blora

Proses penyelamatan fosil banteng purba di Blora. (MURIANEWS/Kontributor Blora)

MURIANEWS, Blora – Forum Peduli Sejarah Budaya Blora (FPSBB) Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, menyelamatkan fosil banteng purba di tepian Sungai Kapuan, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora.

Penyelamatan fosil tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi terjadinya kenaikan debit air Bengawan Solo, mengingat lokasinya di tepian sungai besar tersebut.

Ketua Forum Peduli Sejarah Budaya Blora (FPSBB) Kecamatan Cepu, Joko Purnomo mengatakan penyelamatan fosil tersebut dilakukan antisipasi kekhawatiran akan terbawa arus sungai saat musim hujan datang, karena letaknya yang berada di tepian sungai.

“Fosil itu sudah muncul sebagian kecil, kemudian waktu digali ternyata malah semakin besar,” kata Joko, Senin (25/10/2021).

Baca: Hujan Berhari-hari, Fosil Gajah Purba Bermunculan di Kawasan Patiayam

Joko mengatakan, penyelamatan fosil tersebut berawal dari kegiatan yang dilakukan oleh Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran selama 13-23 Oktober 2021 untuk menindaklanjuti penelitian pada tahun 2019 lalu.

“Saya sebagai petunjuk lokal ikut survei geologi dan temuan-temuan fosil. Fosil itu sudah saya tunjukkan di BPSMP Sangiran, rencana memang akan diekskavasi, tapi karena waktunya tidak memungkinkan, akhirnya kami izin untuk melakukan penyelamatan fosil itu,” kata Joko.

Menurutnya, pihaknya telah mendapatkan pembekalan dari BPSMP Sangiran untuk proses penyelamatan fosil tersebut.

“Kami sempat magang di Sangiran, jadi kami mengerti cara memperlakukan fosil, sehingga tidak ngawur,” jelas dia.

Baca: Panen Kencur, Petani di Kudus Temukan Gading Gajah Purba

Setelah berhasil diangkat pada Sabtu (23/10) lalu, fosil itu disimpan di Rumah Artefak Blora. Selanjutnya akan dilakukan penelitian lebih lanjut.

Lebih lanjut, Joko menjelaskan di lokasi penemuan fosil tersebut diduga kuat pada zaman dulu merupakan lingkungan purba.

“Kesimpulan terakhir menyatakan memang benar lingkungan purba, daerah Kapuan dan sekitarnya,” terang dia.

Selain fosil banteng, di sekitar lokasi tersebut memang kerap ditemukan sejumlah fosil lainnya. Bahkan, Joko mengungkapkan tidak semua fosil tersebut diserahkan ke pemerintah daerah.

“Ada beberapa fosil lainnya, beberapa tahun lalu, sebagian temuan dari masyarakat belum dibawa ke Dinporabudpar (Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata) dan masih tersimpan di rumah warga, dan sempat diidentifikasi oleh BPSMP Sangiran,” ujarnya.

 

Kontributor Blora
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...