Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

409 Orang di Pati Terserang TBC, Pemerintah Bentuk Lembaga Ini

Pelantikan PPTI Kabupaten Pati. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Jumlah warga Kabupaten Pati yang terserang penyakit tuberkulosis (TBC) cukup tinggi. Pemerintah setempat pun mengambil tindakan dengan membentuk Perkumpulan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) guna mencegah penyebaran penyakit ini.

Peresmian PPTI digelar Senin (25/10/2021). Organisasi ini akan bekerja menanggulangi semakin tingginya angka TBC di Bumi Mina Tani.

Ketua PPTI Pati Murdianti mengatakan, selama ini banyak masyarakat yang abai dengan TBC. Padahal penyakit tersebut juga sangat berbahaya. Selain itu, proses penularannya tidak begitu kelihatan.

Dari data yang diperolehnya, di Kabupaten Pati pada 2020 lalu, ada 479 temukan kasus TBC. Kemudian pada tahun ini terdapat 409 temuan kasus.

“Ini temuannya, apakah penurunan itu karena meninggal atau sembuh, ini perlu kami teliti lebih lanjut. Yang jelas, jumlah tersebut menunjukkan tingginya kasus TBC di Pati,” katanya.

Untuk menangani hal itu, pihaknya tidak bisa bergerak sendiri, semua pihak harus terlihat. Namun, yang paling penting adalah dari kesadaran masyarakat terkait bahaya TBC.

“Langkah yang bisa kami lakukan, pertama adalah melakukan penyuluhan kepada masyarakat terkait bahaya TBC ini. Namun, penyuluhan ini juga harus sampai ke masyarakat paling bawah,” ujarnya.

Karena itu, kelembagaan di tingkat bawah penting untuk dibentuk. Sehingga penyuluhan dan pelatihan benar-benar tersampaikan dengan baik.

Baca: Pati Pernah Diguncang Gempa Dahsyat, Kerusakan Capai 500 KM

Pihaknya juga akan menggandeng sejumlah instansi yang mempunyai tingkatan hingga level bawah, seperti TNI dan Polri.

“Dukuhan semua pihak kami perlukan. Karena TBC ini juga sangat berbahaya, sehingga peelu untuk kita tanggulangi bersama,” pungkasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...