Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Jelang Musim Tanam, Petani Pati Khawatir Pupuk Subsidi Langka

Para petani sedang melakukan tanam padi di sawah. (MuriaNewsCom)

MURIANEWS, Pati – Menjelang masa tanam (MT) 1 pada November-Desember, para petani di Kabupaten Pati mulai waswas. Mereka khawatir apabila terjadi kelangkaan pupuk. Padahal, pemberiaan pupuk pada saat itu sangat penting.

Kehawatiran itu sebagaimana dikemukakan oleh Serikat Petani Pati (SPP) Kamelan. Dia menilai, bulan November-Desember ini masa yang penting bagi petani. Sebab, mereka sudah memasuki MT 1.

Karena itu, pihaknya meminta agar pemerintah daerah juga menyediakan pupuk bersubsidi ini. Sehingga jangan sampai terjadi kelangkaan pupuk yang akan berimbas pada kurangnya produktivitas tanaman.

“Kelangkaan pupuk subsidi pada masa tanam November Desember sedikitnya sudah sepuluh tahun selalu berulang. Ini harus menjadi perhatian. Ini karena pemupukan pada masa tanam merupakan fase penting untuk mendongkrak produksi tanaman padi,” katanya, Sabtu (23/10/2021).

Menurut dia, jika pupuk langka atau sulit didapatkan, maka proses pemupukan akan mundur. Sehingga berdampak pada pertumbuhan tanaman padi.

Baca: Petani Ngeluh, Pemerintah Jepara Klaim Stok Pupuk Subsidi Aman

Kamelan menambahkan, kasus yang sering terjadi pada November-Desember tiap tahun adalah pupuk bersubsidi di tingkat pengecer. Keberadaannya sulit ditemukan bahkan sering tidak tersedia. Yang ada hanya stok nonsubsidi.

Sementara jika dipaksa menggunakan pupuk nonsubsidi, petani merasa terbebani. Selain harganya yang cukup tinggi, bagi petani dengan jumlah petak sawah kecil, tentunya petani juga tidak bisa mendapatkan keuntungan lebih.

Karena itu, pihaknya juga meminta agar pemerintah daerah turut mengantisipasi agar tidak terjadi kelangkaan pupuk.

“Ini semacam peringatan kepada pemerintah daerah agar bersiap dan membantu petani,” tegasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...