Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Bernostalgia dengan Es Gabus Era 90-an

Pembeli tengah bernostalgia mencicipi es gabus 90-an (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS,Kudus – Es gabus merupakan salah satu jajanan yang cukup legendaris. Es yang berwarna-warni ini menjadi salah jajanan buruan dan populer di tahun 1990-an.

Rasanya yang manis, unik dan menyegarkan menjadi salah satu primadona di zaman sekolah bagi generasi kala itu.

Berbeda dengan es pada umumnya, es gabus terbuat dari tepung hunkwe dengan tekstur yang padat, namun empuk saat digigit.

Namun, seiring dengan berkembangnya zaman, es legendaris ini perlahan hilang dan jarang terlihat di pasaran.

Tapi jangan salah, di Kudus kalian bisa bernostalgia mencicipi enaknya es gabus era 90-an yang dijual di Jalan Pattimura, Kelurahagan Mlati Kidul, Kecamatan Kota, Kudus.

Tri Listyorini menunjukkan berbagai macam varian rasa Es Gabus yang dijualnya (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

Es gabus 90-an bisa juga kalian temui di even festival UMKM Gusjigang di B&P  Kampung Kuto, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, hingga Minggu, (24/10/2021) besok.

Penjual es gabus 90-an Tri Listyorini menjelaskan, dirinya sudah mulai menjual es gabus semenjak April 2020 lalu. Es gabus era 90an diinovasikan dengan bentuk yang lebih tebal dan stik yang mempermudah saat memakannya.

“Dibuat lebih kekinian, ada stiknya dan warna warni. Kalau bahan pokoknya masih sama tepung hunkwe dan buah-buahan asli,” katanya, Sabtu (23/10/2021).

Baca: Cerita Penjual Seafood di Kudus Buka Kedai Demi Korban PHK

Ada berbagai varian rasa yang bisa diplih, seperti rainbow vanilla, cokelat, strawberi bubble gum, mangga grentea, durian cokelat, dan alpukat hazelnut. Harganya pun tak menguras kantong, hanya dengan Rp 4 ribu/pcs pelanggan sudah bisa memilih es gabus dengan aneka rasa.

Dalam sepekan, sambung dia, sedikitnya ada 350-an es gabus dengan berbagai macam rasa yang mampu terjual.

“Untuk di hari-hari biasa tidak terlalu ramai, tapi misal ada even, terus pas hari Minggu buka stan di Balai Jagong bisa banyak, kurang lebih sepekan bisa 300-350 es gabus terjual,” imbuh perempuan yang berprofesi sebagai dosen tersebut.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...