Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Koleksi Museum Grobogan Dikonservasi Tim Ahli Gabungan

Tim ahli dari BPSMP Sangiran dan BPCB Jateng melakukan konservasi koleksi museum lokal Grobogan. (MURIANEWS/Dani Agus)

MURIANEWS, Grobogan – Disporabudpar Grobogan mendatangkan tim ahli gabungan dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah.

Tim ahli dari dua instansi itu didatangkan untuk melakukan konservasi atau pemeliharaan terhadap puluhan koleksi benda peninggalan masa lalu yang tersimpan di dalam museum lokal tersebut.

Museum yang dikelola Disporabudpar ini letaknya ada di komplek kantor Dinas Pendidikan Grobogan. Ada sekitar 86 benda masa lalu yang tersimpan di dalam museum ini.

Selain benda cagar budaya, ada juga sejumlah benda purbakala berupa potongan fosil hewan-hewan purba.

Kabid Kebudayaan Disporabudpar Grobogan Kukuh Prasetyo Rusady mengatakan, benda bersejarah masa lalu itu perlu mendapat perawatan secara berkala. Untuk merawatnya tidak bisa dilakukan sembarang orang tetapi harus mereka yang kompeten di bidangnya.

“Kegiatan konvervasi ini penting dilakukan agar benda bersejarah ini tidak rusak. Untuk itu, kita minta dukungan dari BPSMP Sangiran dan BPCB Jateng untuk melakukan konservasi koleksi museum lokal yang dilaksanakan selama tiga hari, sejak Rabu kemarin,” katanya, Sabtu (23/10/2021).

Pada tahun 2019 lalu, pihaknya juga mendatangkan tim dari dua instansi tersebut selama delapan hari. Adapun kegiatannya adalah melakukan pendataan, kajian, konservasi, pelabelan dan penyusunan hasil kajian yang dilakukan.

Sebelumnya, koleksi di museum lokal tersebut belum memiliki diskripsi informasi yang lengkap. Misalnya, potongan fosil itu milik hewan apa, berapa usianya, dan terdapat pada bagian apanya.

Data yang ada pada saat itu hanya menyebutkan lokasi dan tahun penemuannya saja. Minimnya informasi inilah yang menyebabkan pihaknya juga kesulitan untuk memberikan penjelasan pada masyarakat.

“Dari kondisi inilah kita kemudian minta pihak BPSMP dan BPCB untuk melakukan kajian terhadap koleksi yang ada di museum ini. Dari kajian itu kita akhirnya bisa mendapatkan informasi yang lebih lengkap terhadap benda-benda bersejarah tersebut. Setelah ada hasil kajian itu, bisa kita pakai untuk pembuatan leaflet, buku profil dan disebarkan ke berbagai pihak terkait,” imbuhnya.

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...