Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Biar Warga Tak Gagal Vaksin karena NIK, Ini yang Dilakukan Disdukcapil Jepara

Petugas melayani warga yang NIK-nya bermasalah. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Jepara, ternyata tak sedikit terdapat ketidakcocokan data kependudukan. Tak sedikit peserta vaksinasi yang gagal disuntik lantaran Nomor Induk Kependudukan (NIK)nya bermasalah.

Untuk menjembatani itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten hari ini, Sabtu 23 Oktober 2021 membuka layanan konsolidasi NIK di dua lokasi vaksinasi, yaitu di SLB Jepara dan Balai Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara.

Selain untuk keperluan vaksinasi Covid 19, mereka juga melayani konsolidasi NIK untuk akses layanan publik lainnya, seperti perbankan, BPJS, pendidikan, SIM dan lain-lain.

Plt Kepala Disdukcapil, Dwi Riyanto mengatakan layanan konsolidasi NIK ini dimaksudkan untuk mendukung peningkatan capaian vaksin Covid 19 di Jepara.

”Seringkali kita melihat, ada warga yang tidak bisa vaksinasi karena NIK tidak ditemukan oleh petugas pendaftar vaksinasi. Kasihan, mereka sudah jauh-jauh datang dan antre, tetapi NIK bermasalah,” katanya.

Baca: Ribuan Warga Kudus Gagal Vaksin Gegara NIK Tak Aktif

Pihaknya menerjunkan tim di lokasi vaksinasi yang akan kerja sama dengan petugas pendaftar vaksinasi. Tugas mereka mengkosolidasikan jika ada NIK warga yang tidak ditemukan atau tidak sesuai di database petugas vaksin.

Ditambahkan, konsolidasi NIK adalah proses penyelarasan data NIK dengan Pusat Data Kependudukan Kemendagri. Setelah dikonsolidasi, NIK warga akan aktif maksimal 1 X 24 jam.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Disdukcapil Jepara, Wahyanto berharap warga tidak resah jika NIK nya tidak bisa digunakan untuk mengakses pelayanan publik.

“NIK tersebut sebenarnya tidak bermasalah, tetapi perlu diselaraskan dan dikonsolidasikan ke pusat. Kami sudah biasa melakukan konsolidasi ratusan NIK tiap hari, apalagi pada musim vaksinasi seperti saat ini. Caranya juga sangat mudah, warga bisa datang ke kantor atau menghubungi WA 0811-2600-335,” kata Wahyanto.

Dijelaskan, selain untuk keperluan vaksinasi, warga juga bisa mengkonsolidasikan NIK-nya jika tidak bisa digunakan untuk layanan publik lainnya, seperti BPJS, bank, SIM, bantuan sosial, pendidikan dan lain-lain.

Ditambahkan, agar tidak terjadi permasalahan dalam penerbitan sertifikat vaksin, setelah NIK dikonsolidasi Disdukcapil, warga disarankan melapor secara mandiri ke hotline Kementerian Kesehatan RI di nomor 119 atau 1500567. Laporan juga bisa disampaikan melalui email [email protected].

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...