Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

OPINI

Perempuan sebagai Penggerak Ekonomi

Hermansyah Kahir *)

SENIN 18 Oktober 2021, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memberikan Gelar Doktor Kehormatan (Doktor Honoris Causa) kepada Mien R. Uno dalam bidang kewirausahaan. Penganugerahan ini diberikan karena komitmennya dalam mendorong lahirnya wirausaha-wirausaha baru di Indonesia.

Dalam konteks sejarah, kita akan menemukan sosok perempuan hebat yang berkontribusi besar bagi kemajuan sebuah bangsa. Islam mencatat Siti Khadijah (istri pertama Nabi) sebagai pebisnis ulung yang kaya raya. Bahkan, dalam menjalankan bisnisnya ia menggaet Rasulullah sebagai partnernya.

Apa yang dilakukan Siti Khadijah adalah bukti konkret bahwa seorang perempuan tidak hanya berkiprah di ranah domestik saja, tetapi lebih dari itu ia mampu berkontribusi di ranah sosial termasuk di bidang ekonomi.

Peran perempuan di bidang  ekonomi jangan dipandang sebelah mata. Kiprahnya dalam menggerakkan perekonomian bangsa cukup signifikan. Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS), porsi UMKM yang dikelola perempuan sebanyak 64,5% dari total UMKM Indonesia di 2018 atau mencapai 37 juta UMKM.

Jumlah pelaku usaha perempuan terus bertambah terutama di era pandemi yang memang menuntut masyarakat termasuk perempuan untuk bertahan hidup akibat tekanan ekonomi yang tidak stabil. Sejak kemunculannya, Covid-19 nyaris melumpuhkan perekonomian negara-negara di dunia.

Meningkatnya kontribusi perempuan di sektor ekonomi tentu bukan tanpa persoalan. Usaha yang dijalankan kaum perempuan saat ini masih berkutat pada usaha mikro dan informal yang tidak memiliki akses ke permodalan dan dunia digital. Minimnya akses ini membuat usaha mereka sulit berkembang di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.

Karena itu, untuk memberikan akses perempuan dalam pembangunan ekonomi bangsa dibutuhkan kerja sama yang berkelanjutan antara masyarakat dan pemerintah.

Selain mendorong lahirnya pengusaha perempuan, pemerintah perlu membuat kebijakan yang benar-benar responsif terhadap gender, mempermudah akses permodalan, dan meningkatkan kemampuan pelaku usaha perempuan dalam melakukan pemasaran digital.

Meskipun partisipasi perempuan di bidang ekonomi terus meningkat, tapi persentasenya masih jauh di bawah laki-laki. Semoga kiprah dan keberhasilan Mien R. Uno dalam mendorong perkembangan wirausaha menjadi inspirasi bagi perempuan-perempuan lain untuk mengikuti jejaknya, yaitu menjadi perempuan penggerak ekonomi. (*)

 

*) Penulis Buku Membangun Ekonomi Berkeadilan

Comments
Loading...