Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Bupati Sragen: Masih Ada Ponpes Sulit Ikuti Vaksinasi

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati (Solopos-Tri Rahayu)

MURIANEWS, Sragen — Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengakui masih ada beberapa pondok pesantren (ponpes) yang masih sulit mengikuti program vaksinasi Covid-19 yang digencarkan pemerintah.

Mereka beralasan tidak mendapat izin dari orang tua santri. Akibatnya, vaksinasi di ponpes tersebut tertunda.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Yuni Sukowati seusai mengikuti upacara Hari Santri Nasional di pelataran Makam Pangeran Sukowati, Pengkol, Tanon, Sragen, Jumat (22/10/2021).

Baca: 20 Rumah di Sragen Rusak Diterjang Angin

”Cakupan vaksinasi untuk para santri sebenarnya cukup tinggi di Sragen, tetapi ada beberapa ponpes yang masih sulit untuk mengikuti program vaksin bagi santrinya,” katanya.

”Saya minta tolong kepada Kapolres dan Dandim untuk pendekatan kepada beberapa ponpes tersebut. Ya, alasan mereka tidak dapat izin dari orang tua santri, terutama di luar Jawa Tengah,” imbuh Yuni, sapaan ankrabnya seperti dikutip Solopos.com.

Yuni menerangkan program vaksinasi itu berlangsung di seluruh wilayah Indonesia. Dia berupaya melakukan pendekati dari hati ke hati bersama Kapolres dan Dandim agar beberapa ponpes itu mau mengikuti vaksinasi bagi santri-santrinya.

Baca: Melejit, Harga Minyak Goreng Curah di Sragen Tembus Rp 17.000/kg

“Jumlah ponpes yang sulit ikut vaksin itu tidak banyak, hanya beberapa saja,” ujar Yuni yang enggan menyebut jumlah ponpes dan daerah lokasi ponpes tersebut.

Ia berharap para santri dan ustaz-ustazahnya termasuk kiai berjuang bersama di masa pandemi Covid-19. Bupati meminta ponpes harus menjadi contoh dalam penerapan protokol kesehatan. Dia mendengar beberapa daerah ada kasus positif Covid-19 saat pembelajaran tatap muka (PTM).

Dia meyakini bila penerapan protokol kesehatan di ponpes sudah ketat karena di ponpes itu memiliki kultur yang berbeda. Yakni para santrinya patuh kepada kiai.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...