Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ratusan Ribu Rokok Bodong dalam Minibus Diamankan di Jepara

Pengamanan rokok ilegal di Desa Robayan, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus Kembali menggagalkan peredaran rokok tanpa pita cukai di Jepara. Lagi-lagi, aparat bisa mengungkap peredaran rokok bodong itu di Desa Robayan, Kecamatan Kalinyamatan.

Kepala KPPBC Kudus Gatot Sugeng Wibowo mengatakan, pengungkapan itu dilakukan pada Rabu (20/10/2021) lalu.

Pada pukul 18.00 WIB, tim intelijen dan penindakan Bea Cukai Kudus menerima informasi adanya minibus silver, yang diduga dipakai untuk mengangkut barang kena cukai hasil tembakau (BKC HT) berupa rokok polos batangan di wilayah Jepara.

Gatot kemudian menindaklanjuti informasi tersebut. Tim bergerak cepat dengan menyisir Jalan Raya Jepara-Demak. Sekitar pukul 19.30 WIB berhasil ditemykan minibus sesuai ciri yang dicari.

“Waktu itu kendaraan sedang berhenti tanpa sopir di peemukiman warga, tepatnya di Gang Mangga 1, Desa Robayan, Kecamatan Kalinyamatan,” kata Gatot, Jumat (22/10/2021).

Baca: Intel Cekatan, Hampir Sejuta Rokok Bodong Diamankan di Jepara

Dari hasil pemeriksaan didapati rokok ilegal batangan yang tidak dilekati pita cukai atau rokok polos sebanyak 358.560 batang. Dengan total perkiraan nilai barang sebesar Rp 365.823.000.

Sedangkan, potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan sebesar Rp 240.410.263. Seluruh barang bukti termasuk minibus tersebut langsung diamankan ke Kantor Bea Cukai Kudus untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Melalui pengungkapan ini, kami berharap masyarakat sadar dengan ikut mencegah peredaran rokok ilegal. Apabila mempunyai informasi seputar produksi atau distribusi rokok ilegal, masyarakat dapat menyampaikannya kepada kami,” harap Gatot.

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...