Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Bantuan Alat Usaha Bagi Buruh Rokok di Kudus Tak Bisa Tahun Ini

Sejumlah peserta tengah menyimak pelajaran meracik kopi dengan alat, Kamis (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Dinas Tenaga Kerja Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah memastikan belum bisa memberikan bantuan alat usaha bagi buruh rokok peserta pelatihan yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT).

Bantuan itu baru bisa diupayakan pada pelatihan tahun depan. Itupun tidak bersumber dari DBHCHT, melainkan dari Kementerian Perindustrian.

Mengingat dalam PMK 206 tentang penggunaan DBHCHT, tidak ada regulasi untuk pemberian alat bagi buruh rokok yang menerima pelatihan.

“Namun kami akan konsultasi dan koordinasi ke sana (Kementerian Perindustrian) terlebih dahulu, sepertinya masih ada peluang,” kata Kepala Disnaker Perinkop dan UKM Kudus, Rini Kartika Hadi Ahmawati, Kamis (21/10/2021).

Rini mengatakan, keluarga buruh rokok di Kudus sendiri mulai menjalani pelatihan yang bersumber dari DBHCHT sejak awal pekan ini. Ada empat kategori pelatihan. Yakni roasting kopi, pelatihan hidroponik, pelatihan barista, dan pelatihan digital marketing.

“Ada yang berasal dari keluarga buruh rokok, ada yang buruh rokok juga. Total pesertanya ada 80 orang. Masing-masing pelatihan ada 20 orang,” ujarnya.

Baca: Pemkab Kudus Upayakan Bantuan Alat Usaha ke Buruh Rokok

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Kudus akan mengupayakan bantuan alat pada buruh rokok yang mengikuti pelatihan yang bersumber dari DBHCHT di pekan ini.

Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan pemberian alat usaha diharapkan bisa mendorong peserta untuk terus berlatih.

“Nanti dari Dinas kami minta supaya bisa berkoordinasi dengan kementerian soal ini,” kata dia saat meninjau pelatihan di Hotel Poroliman, Kamis (21/10/2021).

Walau demikian, khusus untuk peserta pelatihan barista, tidak bisa diberikan satu orang satu alat. Namun bisa saja diberikan satu alat untuk satu kelompok.

“Jadi bisa barengan, bisa juga nanti kan buka usaha bareng-bareng,” sambung dia.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...