Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Sering Diteror, 17 Korban Pinjol Ilegal Solo Lapor Polisi

Ilustrasi pinjaman uang. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)

MURIANEWS, Solo — Kapolresta Solo, Kombes Ade Safri Simanjuntak mengaku sudah menerima 17 laporan dari korban pinjaman online (pinjol) illegal. Jumlah tersebut merupakan jumlah akumulasi sepanjang Januari hingga Oktober 2021.

”Aduan yang masuk kebanyakan dari warga yang merasa terganggu karena mendapatkan intimidasi atau teror dari pihak yang memberikan pinjaman online,” katanya seperti dikutip Solopos.com, Kamis (21/10/2021).

Baca: Duh! Pinjol Ilegal Ini Tagih Peminjam Pakai Konten Porno

Aduan yang disampaikan melalui call center tersebut kini sudah ditindaklanjuti dengan penyelidikan dan penyidikan.

”Mereka (pinjol illegal) juga melakukan cara-cara penagihan dengan intimidasi, dengan memasang konten berbau pornografi, diteror dan sebagainya. Semua hampir sama,” terangnya.

Dalam penanganan aduan pinjol ilegal tersebut, Polresta Solo terus berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan penyidik Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah (Jateng).

Hal itu dilakukan guna memastikan korban yang muncul di Solo berkaitan dengan kasus yang tengah ditangani Polda Jateng atau pun sebaliknya.

Baca: Polda Jateng Tetapkan Satu Tersangka Pinjol Ilegal

Dari laporan yang masuk, para korban pinjol ilegal memiliki pinjaman hingga Rp 50 juta bahkan Rp 70 juta. Sementara bunga pinjaman terus berjalan.

”Bahkan ada yang merasa tidak melakukan pinjaman tapi karena pernah mengakses situs pinjol ilegal, kemudian oleh pengelola pinjol itu diklaim bahwa korban sudah meminjam uang,” ungkapnya.

”Untuk itu kami mengimbau agar warga tidak mudah percaya, pastikan dulu sebelum mengakses jasa pinjol di dunia maya. Pelajari benar aturan mainnya. Pastikan semua sudah terverifikasi OJK,” imbuhnya.

Baca: Mencekik, Pinjol yang Digerebek Polda Jateng Terapkan Bunga Rp 100 Ribu Tiap Hari

Sementara itu Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahamd Luthfi, mengatakan saat ini telah menetapkan satu tersangka dari empat pelaku yang diamankan terkait kasus pinjol ilegal.

Alat bukti yang didapatkan Polda meliputi 300 server yang kini sudah diamankan dari lokasi di Jogja.

“Saat ini masih kami kembangkan. Oleh karena itu kami imbau ke masyarakat segera lapor ke Polda atau Polres, atau Polsek terdekat untuk kami dalami melalui Ditreskrimsus Polda Jateng dalam rangka penanganan pinjol [ilegal] yang meresahkan masyarakat,” katanya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...