Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ansu Fati Belum Konsisten, Ini Pembelaan Koeman

Ansu Fati dinilai belum menunjukan konsistensi dalam permainanya. (facebook.com/fcbarcelona/photos)

MURIANEWS, Barcelona- Tim Catalan Barcelona akhirnya berhasil meraih kemenangan pertama di Liga Champions, musim ini. Mereka menang tipis 1-0 atas Dynamo Kyiv pada pertandingan yang digelar Kamis (21/10/2021) dinihari WIB di Camp Nou.

Pada pertandingan itu, Ansu Fati bintang dinilai bermain dibawah form. Pemain ini belum bisa bermain konsisten saat membela Barcelona. Meski begitu, Koeman tetap memberikan pembelaannya.

Menurutnya, adalah sesuatu yang wajar bagi pemain semuda Ansu Fati, jika masih mengalami pasang surut dalam permainannya. Pemain ini masih perlu banyak waktu dan kesempatan untuk terus berkembang.

“Langkah Ansu menunjukkan bahwa dia masih kekurangan banyak hal, dia perlu waktu untuk berkembang di semua pertandingan, dan itu normal. Pada akhir bulan dia akan berusia 19 tahun, dia tidak bisa menyelesaikan semua yang mengecewakan kita atau apa yang dia lakukan,” ujar Koeman usai pertandingan, seperti dikutip dari Mundo Deportivo, Kamis (21/10/2021).

“Ansu menggantikan Leo Messi, itu tidak mungkin. Anda harus saling membantu dan melangkah selangkah demi selangkah bersamanya. Anda tidak bisa mengharapkan keajaiban, dia bahkan belum berusia 19 tahun,” tambah Koeman.

BACA JUGA: Klasemen Liga Champions: MU ke Puncak, Barcelona Naik Satu Trap

Koeman menyatakan senang dengan permainan yang sudah ditunjukan timnya saat menghadapi Dynamo Kyiv. Namun demikian untuk efektifitas bermain, dirinya tidak puas. Melihat pertandingan, Koeman menilai efektivitas permainan timnya harus ditingkatkan.

Selain itu, para pemainnya harus bisa meningkatkan tanggung jawabnya dalam permainan. Dalam banyak pertandingan dirinya akan terus meminta agar hal ini bisa diwujudkan para pemainnya dengan maskimal.

“Saya senang dengan permainan tim, tetapi bukan karena efektivitasnya. Dalam sebuah pertandingan, ketika kami sangat unggul dan kami menciptakan peluang, kami harus mencetak gol. Jika mereka tidak memiliki peluang, anda tidak bisa meminta mereka, tetapi mereka melakukannya. Hal yang normal adalah, seharusnya kami bisa menang 3-0 atau 4-0,” ujarnya memberikan analisa.

Koeman bisa memahami jika para pendukung Barcelona masih kecewa. Hal itu menjadi ‘hukuman’ yang wajar bagi timnya karena seharusnya timnya bisa mencetak gol dari banyaknya peluang yang terjadi.

Ansu Fati dan Coutinho telah bermain bersama selama 45 menit, dan mereka harus memiliki pemahaman yang lebih baik. Barcelona menurutnya masih memiliki kerumitan dalam menjaga jarak yang ideal antara penyerang dan lapis di belakangnya.

“Kami menjadi rumit dalam pertandingan yang sangat singkat. Kami harus belajar untuk memiliki jarak yang lebih baik antara penyerang. Mereka (pemain penyerang) memiliki kebebasan untuk bermain, tetapi mereka juga harus bertanggung jawab atas permainan yang dibutuhkan tim,” pungkasnya.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: Mundo Deportivo

Comments
Loading...