Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

METRO JATENG

Percepat Pemerataan, Gerindra Jateng Dorong Vaksinasi Tanpa Domisili

Seorang warga mengikuti vaksinasi yang digelar Gerindra Jateng. (Istimewa)

MURIANEWS, Semarang – DPD Gerindra Jateng mendorong percepatan dan pemerataan vaksinasi bagi semua masyarakat. Sejauh ini vaksinasi di perkotaan dinilai lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah lain.

Untuk itu, DPD Gerindra Jateng ikut melaksanakan program vaksinasi tanpa adanya syarat domisili. Calon penerima vaksin hanya diminta menunjukkan KTP asli dan membawa fotocopi KTP.

Wakil Ketua DPD Gerindra Jateng, Yudi Indras Wiendarto mencontohkan tingkat vaksinasi di Kota Semarang atau kota-kota di Jateng lainnya sudah tinggi.

Namun, masih ada masyarakat yang kerja di wilayah kota-kota tersebut belum bisa vaksin karena berasal dari wilayah atau kabupaten lain.

“Banyak yang kerja di Semarang tapi dari luar kota. Misal jadi asisten rumah tangga, driver, atau kerja lain sehingga belum bisa ikut vaksin. Maka DPD Gerindra memfasilitasi vaksinasi tanpa mendasarkan pada domisili,” ujar Yudi Indras di sela-sela pelaksanaan vaksinasi di Kantor DPD Gerindra Jateng, Kamis (21/10/2021).

Dalam pelaksanaanya, Gerindra Jateng bekerjasama dengan Dinas Kesehatan, RS Panti Wilasa dr Cipto dan RS Tugurejo.

Yudi yang juga ditunjuk sebagai PIC pendistribusian vaksin Kemenkes melalui Gerindra Jateng menyampaikan, dosis vaksinasi yang diterima langsung disebar ke sejumlah kabupaten dan kota.

Menurutnya, jumlah dosis antara satu kabupaten/kota dengan wilayah lain akan berbeda-beda. Disesuaikan dengan tingkat vaksinasi yang telah dicapai.

“Kalau ada daerah yang tingkat vaksinasinya masih rendah, kita arahkan ke sana. Didistribusikan ke wilayah yang hari ini angka vaksinasinya masih rendah. Misalnya, Brebes kita push dapat vaksin lebih banyak,” kata Yudi.

Yudi  berharap angka vaksinasi di masyarakat terus dipercepat. Lantaran hal itu turut mempengaruhi status PPKM yang diterapkan oleh pemerintah pusat.

Harapannya, dengan vaksinasi ini maka kesehatan masyarakat lebih terjaga dan bisa segera hidup normal lagi. Meski, saat ini tetap wajib menerapkan protokol kesehatan.

Sementara dalam vaksinasi itu tersedia 300 dosis sinovac. Setiap peserta juga mendapatkan beras 5 kg usai mengikuti vaksinasi.

Wakil Direktur RS Panti Wilasa Dr cipto Kota Semarang dr Yoseph Chandra mengatakan menilai hal itu sangat baik untuk percepatan vaksinasi. Lantaran ada masyarakat yang terkendala dengan domisili.

Sementara salah satu peserta vaksinasi, Daud (37) warga Wonosobo yang bekerja di Semarang mengaku terbantu lantaran tidak harus pulang untuk vaksinasi di saat hari kerja.

“Jadi tidak ribet harus pulang dulu. Bawa KTP ke sini dan bisa langsung vaksin,” katanya.

 

Reporter: Supriyadi
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...