Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Kemenag Kudus Tunggu Juknis Resmi Panduan Umrah

Ilustrasi. Foto: Pixabay

MURIANEWS, Kudus – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kudus masih menunggu petunjuk teknis (juknis) resmi tentang persyaratan ibadah umrah untuk jemaah asal Indonesia.

Diketahui, Pemerintah Arab Saudi telah memberikan lampu hijau untuk jemaah umrah asal Indonesia. Hanya saja ada sejumlah ketentuan yang harus diikuti jemaah.

Plt Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Kudus Sulthon tak menampik jika pihaknya telah mendengar sejumlah persyaratan seperti vaksin booster hingga kewajiban karantina jemaah yang akan melaksanakan ibadah umrah.

Hanya saja, hingga kini pihaknya masih menunggu petunjuk teknis resmi dari Kementerian Agama pusat sebelum disosialisasikan kepada biro-biro umrah di Kudus.

“Memang Pemerintah Arab Saudi sudah membuka. Tapi syarat pastinya masih dalam pembahasan, kami masih menunggu juknis resminya soal persyaratan saat berangkat, saat jemaah berada di sana,” katanya, Kamis (20/10/2021).

Baca: Saudi Janji Mudahkan Haji-Umrah Asal Indonesia

Ia menjelaskan, jika sejumlah aturan seperti vaksin booster hingga kewajiban karantina sebelum berangkat atau sebelum pulang memang diberlakukan, otomatis biaya umrah nantinya akan membengkak.

“Makanya kami menunggu juknis resmi, karena itu menyangkut biaya yang pastinya akan membengkak,” ungkapnya.

Baca: Vaksin Booster Akan Jadi Kendala Jemaah Umrah

Sementara Owner Biro Umrah Gaido Travel and Tours Cabang Kudus Ekawati Rahayu Ningsih menyambut baik dibukanya umrah bagi jemaah asal Indonesia. Sebelumnya biaya keberangkatan belasan jemaah umrah yang gagal sudah dikembalikan.

“Jadi ini bisa kami informasikan kembali, ada sekitar 17 jemaah yang tidak jadi berangkat,” ucapnya.

Meski demikian, pihaknya tak menampik jika kebijakan baru seperti ketentuan vaksin booster hingga karantina akan membengkakkan biaya umrah. Saat ini biaya umrah di tempatnya juga sudah dinaikkan dari Rp 22,5 juta, menjadi 28,5 juta.

“Tarif sekarang di Madinah itu bintang empat dan di Makkah bintang lima. Lebih mahal juga salah satunya karena sekarang satu kamar harus berdua, tidak ada paket keluarga yang satu kamar berempat, pesawat juga pakai Garuda. Apalagi kalau ada booster itu otomatis biaya akan membengkak lagi,” ungkapnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...