Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

INFO KAMPUS

Kembangkan UMKM Mangrove, Tim HMPTK Unnes Lolos PHP2D

Tim HMPTK Unnes saat mendampingi warga untuk mengembangkan mangrove di Mangunharjo, Semarang. (Istimewa)

MURIANEWS, Semarang – Himpunan Mahasiswa Profesi Teknik Kimia (HMPTK) Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang (Unnes) berhasil menerima dana hibah Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) untuk pertama kalinya di tahun 2021.

Itu terjadi setelah mereka dinyatakan lolos bersaing dengan 18 ribu proposal yang diajukan oleh berbagai UKM dan Lembaga Eksekutif Mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi baik Negeri maupun Swasta se-Indonesia.

Program diketahui diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) yang diperuntukkan untuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Lembaga Eksekutif Mahasiswa.

Ketua Tim PHP2D HMPTK Unnes, Tasya Larasati Dwi Efendi mengatakan, dalam program ini pihaknya mengambil tema pengelolaan tanaman mangrove menjadi pewarna batik dan kerupuk sebagai ekonomi kreatif dalam rangka pemberdayaan masyarakat di kawasan ekowisata Mangunharjo.

Dalam menjalankan program ini lakukan bersama 10 anggota yang lain di bawah dosen pembimbing, Zuhriyan Ash Shiddieqy Bahlawan.

”Lokasi yang dipilih oleh tim berada di Kelurahan Mangunharjo terletak di pesisir Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Lokasi tersebut memiliki sumber daya alam berupa tanaman mangrove yang melimpah,” katanya.

Tercatat luas hutan mangrove di Kelurahan Mangunharjo saat ini mencapai 62,83 hektare, sedangkan total luas hutan mangrove di Kota Semarang berkisar pada 268,76 hektare.

”Rencananya tim akan melakukan program selama 4 bulan yang dimulai dari September 2021 hingga bulan Desember 2021,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, dari empat bulan tersebut dua bulan pertama dakan digunakan untuk pendampingan. Sedangkan dua bulan setelahnya digunakan untuk monitoring.

Selain itu, pemilihan Kelurahan Mangunharjo karena banyak UMKM sudah berjalan. Mulai dari  UMKM bandeng, krupuk, batik, telur asin, hingga jamu. Sementara terkait dengan produk batik, terkendala pemasaran.

Dari situ, Tim HMPTK Unnes melakukan pembinaan desa untuk memaksimalkan potensi desa, termasuk pemasaran, produksi, dan manajemen.

”Akhirnya Tim HMPTK Unnes dan ibu-ibu Kelurahan Mangunharjo melaksanakan pelatihan dan pembuatan kerupuk berbahan dasar buah mangrove yang telah diinovasikan agar mampu bersaing dengan produk yang lain,” ungkapnya.

”Pembuatan dua produk ini kami maksimalkan dengan menambah cita rasa pada kerupuk mangrove dan inovasi ecoprint pada pembuatan batik,” tambah.

Selain melakukan dua kegiatan tersebut, pihaknya juga menfasilitasi beberapa sosialisasi kesehatan oleh nakes Puskesmas Mangkang mengenai analisis beberapa penyakit yang berkaitan dengan vaksin Covid-19.

 

Reporter: Supriyadi
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...