Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Beri Uang Pengemis di Kudus, Siap-Siap Kena Denda Rp 1 Juta

Petugas Satpol PP saat menindak pengemis di salah satu sudut di Kabupaten Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melarang masyarakat memberikan uang kepada pengemis, gelandangan, hingga anak jalanan. Bahkan jika kedapatan memberi uang, bisa dikenai denda.

Ini sesuai dengan Perda Nomor 15 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Gelandangan, Pengemis dan Anak Jalanan di Kudus. Di mana dalam perda tersebut juga terdapat sanksi administratif hingga pidana kurungan.

“Jadi ada peraturan daerah yang mengatur sanksi bagi pemberi dan penerima, menggelandang itu tidak boleh. Masyarakat juga dilarang memberikan uang untuk pengemis hingga gelandangan,” kata Kholid Seif, Kepala Satpol PP Kudus, Kamis (21/10/2021).

Baca: Anak-Anak Ngemis di Jalanan Kudus, Orang Tua Dipanggil Satpol

Dalam perda tersebut, sambung dia, warga yang kedapatan memberikan uang atau barang kepada pengemis, gelandangan hingga anak jalanan di tempat umum akan dikenakan sanksi denda sebesar Rp 1 juta atau kurungan paling lama sepuluh hari.

“Satpol PP sudah pernah woro-woro di perempatan-perempatan soal sanksi itu. Pemasangan poster dan penindakan preventif bagi pengemis hingga gelandangan juga tengah kami koordinasikan dengan Dinas Sosial dan instansi lain agar ada solusi,” ucapnya.

Selain itu, bagi seseorang yang mengkoordinir adanya kegiatan mengemis atau menggelandang dan sudah dilakukan pembinaan tiga kali berturut-turut juga diancam denda hingga Rp 50 juta atau kurungan selama tiga bulan.

Pihaknya berharap masyarakat bisa mengikuti peraturan yang ada dalam perda tersebut. Sehingga, bisa mendukung Kudus yang nyaman bebas dari pengemis hingga gelandangan.

“Semoga usaha kami ini bisa lebih efektif. Makanya ini semua butuh kesadaran bukan hanya dari pelaku (pengemis, gelandangan, red)  dan juga masyarakat pengendara kendaraan untuk bisa membantu kami,” tandasnya.

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...