Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Belum Ada KIPI Parah Vaksin AstraZeneca di Wilayah Puskesmas Ini

Warga mengikuti vaksinasi AstraZeneca di Puskesmas Mejobo, Kamis (21/10/2021). (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Sebanyak 250 orang, Kamis (21/10/2021) hari ini menjalani vaksinasi dengan vaksin AstraZeneca di Puskesmas Mejobo, Kudus. Vaksin merek ini disebut paling sering menimbulkan Kejadian Ikutan Pascaimunisasi (KIPI) yang cukup parah, bersama vaksin jenis Moderna.

Demam dan lemas menjadi gejala yang paling sering dirasakan penerima dua jenis vaksin tersebut.

Meski demikian, Puskesmas Mejobo memastikan, selama proses vaksinasi belum ditemukan KIPI yang parah. Termasuk vaksinasi menggunakan AstraZeneca.

Kepala Puskesmas Mejobo dr Dony Wicaksana menyebut, sejauh ini warga hanya mengalami KIPI ringan.

“Belum pernah ada temuan KIPI berat. Sejauh ini hanya KIPI ringan dan bisa diobati sendiri,” kata dokter Dony, Kamis (21/10/2021).

Menurut dia, KIPI yang dialami oleh warga setelah vaksin hanya sebatas nyeri di bagian bekas disuntik. Selain itu hanya sebatas menggigil.

“Kalau misal ada KIPI berat kami rujuk ke tiga rumah sakit di Kudus yang melayani KIPI berat. Yakni di RSUD Loekmono Hadi, RS Mardirahayu, dan RSI Sunah Kudus,” terangnya.

Baca: Ratusan Warga Disuntik Vaksin AstraZeneca di Puskesmas Mejobo

Dokter Dony Wicaksana melanjutkan, pihaknya juga terbuka bagi warga yang hendak konsultasi ke Puskesmas Mejobo. Terutama bagi yang mengalami KIPI.

“Bisa konsultasi ke kami. Selain itu bagi warga yang mau ke UGD Puskesmas Mejobo juga melayani 24 jam,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh dokter Puskesmas Mejobo, Ismiyati. Selain itu menurut dia, respon masyarakat mengikuti vaksinasi sejauh ini juga sudah bagus.

Baca: Ternyata, Ada Mahasiswa Indonesia Ikut Ciptakan Vaksin AstraZeneca

Jika sebelumnya warga takut divaksin sekarang sudah tidak takut untuk divaksin.

“Harapannya tentu warga mau mengikuti vaksinasi. Sehingga herd immunity bisa tercapai. Setelah ikut vaksin jangan lupa untuk tetap menerapkan protokol kesehatan,” harapnya.

Sementara itu salah seorang warga Desa Tenggeles, Amirul Kismaeni mengetahui jika dia disuntik vaksin AstraZeneca. Ia menyebut, mengikuti vaksin karena ingin punya daya tahan dari Covid-19.

“Ikut vaksinasi ini supaya sehat dan mencegah corona. Setelah disuntik vaksin tadi tidak terasa apa-apa,” ungkapnya.

 

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...