Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Pemuda Hanyut di Sungai Pait Pekalongan Ditemukan Meninggal Dunia

Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban tenggelam di sungai Pait. (Istimewa)

MURIANEWS, Pekalongan – Upaya pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan terhadap seorang pria yang hanyut di sungai Pait, Desa Pait, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan akhirnya membuahkan hasil, Rabu (20/10/2021) siang. Di mana, pria tersebut ditemukan sekitar 100 meter dari tempat kejadian.

“Korban berhasil ditemukan mengambang di aliran sungai sekitar 100 meter dari tempat kejadian dalam kondisi meninggal dunia. Setelah dievakuasi, korban selanjutnya dibawa ke RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan,” ungkap Kepala Kantor SAR Semarang Heru Suhartanto.

Baca: Geger! Pemuda di Pekalongan Hanyut saat Berenang di Sungai Pait

Setelah dilakukan pemeriksaan, identitas korban akhirnya berhasil ditemukan. Korban adalah Muryanto (30), warga Desa Krasakageng, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan.

“Dengan ditemukannya korban maka operasi SAR dinyatakan selesai. Terima kasih kepada tim SAR gabungan yang telah melaksanakan pencarian. Selanjutnya tim yang terlibat dikembalikan kepada kesatuannya masing-masing,” tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada hari Selasa (19/10) sekitar pukul 09.00 WIB pemuda tersebut menceburkan diri ke sungai Pait lalu berenang ke arah barat dan kembali ke arah timur sebanyak tiga kali. Namun pada saat renang terakhir sebelum sampai tepi sungai, pemuda tersebut teriak minta tolong.

Baca: Geger! Pasangan ABG di Pekalongan Kepergok Warga di Kamar Mandi Musala

Saat kejadian ada saksi, Slamet (50) dan Muhlisin (43), tukang ojek Desa Pait yang ingin menolong. Namun korban keburu hanyut dan akhirnya tenggelam.

Tidak ada yang tau maksud dan tujuan korban berenang di sungai. Di lokasi kejadian, ditemukan sandal merk Carvil dan kaos berwarna merah muda. Diduga korban mengalami kram saat berenang dan tidak bisa menyelamatkan diri.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...