Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Golkar Bantu Genjot Vaksinasi Covid-19 di Kudus

Masyarakat mengikuti vaksinasi di Kantor DPD Golkar Kudus. ( MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus kini tengah menggencarkan program vaksinasi Covid-19. Apalagi, Kudus saat ini kembali masuk dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3, di mana salah satu pemicunya yakni vaksinasi yang masih rendah.

Tak hanya melalui puskesmas, sejumlah rumah sakit, perusahaan swasta, akademisi, hingga partai politik juga turut membantu untuk menggenjot vaksinasi di Kudus. Salah satunya, Partai Golkar yang menggelar vaksinasi di kantornya yang berada di Jalan Mayor Kusmanto, Desa Rendeng, Kecamatan Kota, Kudus.

Ketua DPD Partai Golkar Kudus Tri Erna Sulistyowati mengatakan, vaksinasi yang dilakukan sebagai upaya mendongkrak ketercapaian vaksinasi di Kudus. Sehingga Kota Kretek bisa segera turun level.

“Ini salah satu untuk penanganan Covid-19, agar ketercapaian vaksin di Kudus bisa maksimal. Selain itu, utamanya juga untuk menjaga kesehatan masyarakat,” katanya, Rabu (20/10/2021).

Vaksinasi yang disediakan kali ini, sambung Erna, ada 500 dosis untuk penyuntikan vaksin pertama. Vaksin yang disediakan kali ini merupakan vaksin jenis Astra Zeneca.

“Sebanyak 500 dosis untuk tanggal 16 Oktober 2021 dan hari ini. Karena ini pakai Astra Zeneca kami sasarkan untuk masyarakat yang usia 18-60 tahun. Tidak perlu daftar, datang bawa KTP langsung dilayani,” ucapnya.

Pihaknya juga akan berupaya mendorong lansia-lansia di Kudus untuk bisa mengikuti vaksinasi di lokasi-lokasi yang tersedia jenis Sinovac.

“Lewat kader-kader Golkar kami dorong agar lansia bisa sukseskan vaksinasi, nantinya jika golkar dapat dropping jenis Sinovac juga akan kami segera suntikkan, nanti kami akan upayakan untuk mobile,” imbuhnya.

Muhammad Sayhroni (26) salah seorang warga penerima vaksin menjelaskan, dirinya sendiri awalnya takut untuk divaksin, beberapa kali mendapatkan tawaran vaksin sering kali ia tolak. Hanya saja, memang profesinya sebagai sopir bus pariwisata menuntutnya untuk wajib divaksin.

“Mau untuk perjalanan ke Malang, awalnya takut tapi ternyata tidak sakit. Ini tadi dapat kabar bisa langsung datang tanpa daftar, akhirnya saya vaksin di Golkar,” imbuhnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...