Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Jepara Buru Turun Level PPKM, Vaksinasi Digenjot Siang Malam

Proses vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Jepara. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Jepara – Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Jepara menjadi catatan merah bagi pemerintah pusat. Itu sebabnya sampai kini Jepara masih bertengger di level 3 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Untuk menurunkan level, capaian vaksinasi mau tidak mau harus ditingkatkan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara, Mudrikatun, menyadari bahwa capaian vaksinasi di Jepara memang masih rendah. Terutama vaksinasi di kalangan lanjut usia (lansia).

“Capaian kita memang tergolong rendah. Tapi bukan Jepara saja yang rendah. Kota-kota tetangga juga rendah,” kata Mudrikatun, Rabu (20/10/2021).

Sebelumnya, pemerintah daerah menargetkan capaian vaksinasi akan mencapai 50 persen di akhir bulan ini. Praktis, tinggal sepuluh hari dari sekarang untuk mencapai target tersebut.

“Makannya kita gas pol vaksinasi. Enggak cuma di siang hari. Tapi sampai malam hari,” jelas Mudrikatun.

Mudrikatun menyebut, jika sebelumnya target harian vaksinasi Covid-19 hanya empat ribu sampai lima ribu, kini target itu dinaikkan menjadi sebelas ribu.

Untuk menuju target itu, pihaknya mengoptimalkan tenaga kesehatan (nakes) yang sudah dilatih di Puskesmas-puskesmas, klinik-klinik, dan sejumlah fasilitas umum lain.

Baca: Jepara Kembali Level 3, Pemerintah Harus Kerja Keras Lagi

Bahkan, Mudrikatun meminta para nakes untuk vaksinasi dari pintu ke pintu. Utamanya bagi kalangan lansia.

Sebab, salah satu alasan capaian vaksinasi lansia masih rendah adalah lansia tak bisa datang ke gerai-gerai vaksinasi.

“Kita upayakan dor to dor. Ke perkumpulan-perkumpulan masyarakat, seperti ke pengajian-pengajian,” ujar Mudrikatun.

Khusus lansia, capaian vaksinasi Covid-19 masih di angka 50.508 orang atau baru 39 persen dosis pertama dari target sebanyak 99.211 orang. Sedangkan, untuk dosis kedua baru sekitar 20 persen.

 

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...