Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Relawan Dikerahkan ke Desa-Desa Jepara Cegah Peredaran Narkoba

Pengukuhan relawan antinarkoba untuk desa-desa di Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Kabupaten Jepara masuk dalam zona merah peredaran narkoba. Pemerintah daerah dan Badan Narkotika Nasional (BNN) pun memberi perhatian khusus.

Salah satu strategi yang dilakukan yaitu dengan menempatkan 75 relawan untuk menekan peredaran barang haram itu. relawan-relawan itu disebut relawan antinarkoba.

Relawan antinarkoba tersebut sudah dikukuhkan Bupati Jepara Dian Kristiandi dan BNN Provinsi Jawa Tengah. Selain bertugas untuk mengawasi peredaran narkoba, mereka juga akan berkampanye bahaya narkoba untuk masyarakat.

Ada lima kecamatan antinarkoba, yaitu Welahan, Tahunan, Kedung, Pakisaji, dan Kalinmayatan.

Sementara desa percontohan antinarkoba yaitu, Petekeyan Kecamatan Tahunan, Karanganyar dan Kedungsarimulyo, Kecamatan Welahan.

Bupati Jepara Dian Kristiandi mengungkapkan, hadirnya relawan antinarkoba ini dapat menjadi agen dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Jepara.

‘’Seluruh masyarakat harus meningkatkan kepekaan sosial. Sebab sejumlah kasus besar peredaran narkoba yang diungkap di Jepara bisa jadi, karena cueknya masyarakat dengan lingkungan sekitarnya,” katanya, Rabu (20/10/2021).

Baca: Pecandu Narkoba Kudus Ingin Rehabilitasi Bisa Melapor ke Sini, Dijamin Tak Ada Proses Hukum

Padahal menurut dia, peran serta masyarakat sangat menentukan keberhasilan pencegahan dan penangulangan penyalahgunaan narkoba, karena keterbatasan yang dimiliki petugas keamanan.

Kabupaten Jepara dalam beberapa tahun ini menjadi episentrum peredaran gelap narkoba di wilayah Pantura Timur. Jepara, bahkan menduduki peringkat ke-3 dalam peta wilayah kerawanan kasus penyelahgunaan narkoba.

“Kita masih ingat tahun 2008 terungkap jaringan narkoba di Jepara. Kemudian tahun 2009 dan terakhir yang cukup besar di tahun 2016. Jepara menjadi satu wilayah yang diincar bagi pengedar dan bandar,” kata dia.

Baca: Bupati dan Seluruh Pejabat di Jepara Dites Urine, Ini Hasilnya

Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Purwo Cahyoko mengatakan, butuh peran serta masyarakat untuk melaksanakan P4GN. Relawan antinarkoba ini yang akan membantu tugas P4GN dalam pemberantasan narkoba di Jepara.

“Pada sejumlah pengungkapan kasus peredaran narkotika di Jawa Tengah, tak sedikit barang yang datang itu muaranya dari Jepara. Untuk itu, kita sisir dan tekan peredarannya mulai dari tingkat paling bawah,” jelas dia.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...