Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Tak Ada Lagi Desa Zona Oranye di Kudus

Sejumlah kendaraan tengah melintasi di depan spanduk wilayah zona oranye dan imbauan prokes di Kudus, beberapa waktu lalu. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Kabupaten Kudus kini sudah tidak memiliki desa dengan status zona oranye penularan Covid-19. Bahkan sebagian besar-besar desa di Kota Kretek berada di zona hijau, atau tak ditemukan kasus penularan. Tak ada lagi desa zona merah di Kudus.

Sebelumnya, Kabupaten Kudus masih menyisakan dua desa berstatus zona oranye (risiko sedang, red) di beberapa pekan ke belakang.

“Namun sekarang sudah tidak ada zona oranye, hampir semuanya hijau dan masih ada beberapa yang kuning (risiko rendah, red),” kata Bupati Kudus HM Hartopo, Rabu (20/10/2021).

Untuk desa dengan status zona kuning sendiri tersisa sepuluh desa. Yakni di Desa Glagahwaru, Undaan Kidul, Ngembalrejo, Pasuruhan Lor, Demaan, Klumpit, Puyoh, Gebog, Jurang, dan Tergo.

“Walau demikian kami berharap masyarakat Kudus bisa terus menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Baca: Tegal dan Semarang Level 1, Ini Daftar Lengkap PPKM di Jateng

Penerapan protokol kesehatan yang dimaksud adalah memakai masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

“Dengan begitu kasus bisa terus ditekan sehingga pemulihan ekonomi bisa terus berjalan,” kata dia.

Walau tak ada lagi desa berstatus zona oranye, Hartopo menyebut Kabupaten Kudus masih anteng di PPKM Level 3 dalam update terbarunya. Hal tersebut dikarenakan capaian vaksinasi di Kota Kretek masih rendah, terutama pada kategori lanjut usia (lansia).

Baca: Update Vaksinasi Kudus: Dosis Satu 48 Persen, Suntikan Kedua 27 Persen

Hartopo pun berharap pihak swasta bisa turut menyukseskan vaksinasi dengan menggalakkan vaksinasi massal. Sehingga capaian vaksinasi di semua kategori, khususnya lansia dan masyarakat umum bisa terangkat.

“Kami memang kekurangan vaksinator, diharapkan pihak swasta bisa mengakomodir ini dan bisa menggalakkan vaksinasi massal juga,” pungkas Hartopo.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...