Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Pasir Besi Pantai Balong Jepara Dikeduk Penambang Ilegal

Gundukan pasir besi yang menjadi barang bukti dugaan penambangan liar di Desa Balong Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Warga Desa Balong, Kecamatan Kembang, Jepara, kembali dibuat marah karena ada pihak yang menambang pasir besi pantai setempat. Pasir besi di Desa Balong memang menjadi incarang banyak orang untuk diperjualbelikan.

Salah satu warga Desa Balong, Dakib, mengatakan dirinya bersama sejumlah warga yang peduli lingkungan memergoki adanya aktivitas penambangan pasir besi ilegal.

Pasir itu diyakini berasal dari bibir pantai yang masih dalam wilayah Desa Balong. Tepatnya di kawasan Gotehan Putih, sebelah barat wisata Pantai Lemah Abang.

Pada Minggu (17/10/2021) siang lalu, Dakib menerima informasi soal adanya pasir besi yang berada di tempat penampungan sementara material, yang berlokasi di pinggir jalan raya Jepara-Kelet. Tepatnya sekitar 300 meter dari Kantor Polsek Kembang.

“Informasinya, malam Senin itu ada barang (pasir besi, red) masuk lagi ke tempat yang sama. Ternyata benar,” kata Dakib, Selasa (19/10/2021).

Baca: Pasir di Perairan Balong Jepara Akan Dikeruk Sekitar Lima Juta Kubik

Ketika melakukan pengintaian, Dakib mengaku melihat orang-orang yang diduga penambang ilegal itu. Sayangnya, belum sempat didatangi, orang-orang itu kabur karena melihat Dakib.

Meski tak bisa mencekal mereka, Dakib mengaku kenal dengan orang-orang tersebut.

Di Gotehan Putih, lanjut Dakib, dari dulu memang menjadi langganan penambangan pasir besi secara ilegal. Sepanjang bibir pantai itu melimpah pasir besi.

Lokasinya yang jauh dari permukiman warga menjadikan oknum tertentu leluasa menambang pasir besi. Para pelakunya pun hampir sama dari tahun ke tahun.

Informasi yang berhasil dia himpun, penambang ilegal itu biasanya beroperasi pada malam hari. Mulai selepas magrib sampai sekitar pukul 01.00 WIB.

Baca: Sempat Disogok Rp 50 Ribu, Warga Balong Jepara Pastikan Tetap Tolak Tambang Pasir

Ada empat kendaraan truk yang digunakan untuk mengangkut pasir besi ke tempat penampungan sementara itu. Saat ini, Dakib dan warga memilih menahan pasir besi itu sebagai barang bukti.

“Ini saya tahan barangnya. Kalau hilang, otomatis perkara ini akan kami naikkan (laporkan secara hukum, red),” tegas Dakib.

Pantauan MURIANEWS, pagi tadi di tempat penampungan material sementara itu terdapat sepuluh gundukan pasir besi. Totalnya sekitar 16-20 ton, yang kalau diangkut menggunakan tronton akan penuh. Pasir besi itu ditempatkan di satu tempat dengan batu-batu yang diperjualbelikan.

Terpisah, Kapolsek Kembang Iptu Subandi, membenarkan adanya pengamanan barang bukti pasir besi tersebut.

Saat ini pihaknya belum bisa melangkah lebih jauh. Pasalnya, belum ada kejelasan tentang asal muasal pasir besi itu dari mana dan untuk siapa.

“Sementara kita dititipi untuk mengamankan barang bukti itu. Untuk selanjutnya kami menunggu informasi dari Perhutani yang loksinya diduga menjadi penambangan pasir besi itu,” jelas Iptu Subandi, saat ditemui di Polsek Kembang.

 

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...