Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

NOC Butuh Waktu Satu Bulan Tangani Sanksi WADA

Masalah sanksi WADA, akhirnya NOC Indonesia akan turun tangan. (facebook.com/media/set)

MURIANEWS, Jakarta- Masalah sanksi dari WADA (World Anti Doping Agency), masih akan dipelajari oleh NOC (National Olypic Committee) Indonesia. Setidaknya NOC memperkirakan butuh waktu 1 bulan untuk bisa mencabut sanksi dari WADA ini.

Ketua National Olympic Committee (NOC), Raja Sapta Oktohari, menyatakan hal ini, dalam konfrensi pers terkait polemik sanksi WADA. Konfrensi pers digelar oleh NOC pada Senin (18/10/2021) di Jakarta, seperti dilansir CNN Indonesia.

Menurut Raja Sapta Oktohari, dalam hal ini butuh proses untuk mendalami masalah dan kemudian berkomunikasi dengan pihak WADA. Selanjutnya, Oktohari juga mengaku telah menemukan banyak hal, setelah melakukan diskusi bersama Menteri Pemuda dan Olahraga dan pihak Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI).

“Kami butuh waktu satu bulan untuk menghabiskan waktu mengumpulkan data-data. Setelah itu baru kita akan melakukan upaya agar ini sanksi bisa dicabut oleh WADA,” kata Okto, menjelaskan.

Oktohari, saat ini sudah ditunjuk menjadi Ketua Tim Satuan Tugas untuk menangani masalah sanksi WADA ini. Satgas ini dibentuk secara khusus untuk mengupayakan bisa mencabut sanksi WADA. Mereka disebutkan akan bekerja secara intensif demi menuntaskan permasalahan yang terjadi.

BACA JUGA: Nasib MotoGP Indonesia 2022 Pasca Sanksi WADA

Dalam kesempatan yang sama, Menpora Zainudin Amali juga menyatakan segera mempelajari masalah terkait hal ini. Pihaknya juga akan segera berkomunikasi dengan berbagai pihak termasuk melakukan investigasi kepada pengurus LADI yang lama.

Sedangkan Sekjend LADI, Dessy Rosemelita menyatakan, masalah ini muncul di pengurusan yang lama. Pihaknya akan segera memperbaiki masalah yang timbul, hingga akhirnya menimbulkan masalah sangksi dari WADA.

“Kami kebetulan pengurus yang baru, jadi kami mencoba memperbaiki dari pengurus yang lama. Intinya paling utama TDP [test doping program] yang jadi isu pada saat ini,” demikian dikatakann Dessy Rosmelita, dalam konfrensi pers tersebut.

Indonesia mendapat sanksi dari WADA karena tidak bisa memenuhi TDP 2020 dan belum memenuhi TDP 2021. Indonesia juga melewati batas tenggat 21 hari untuk menjawab bantahan atau klarifikasi dari surat WADA yang sudah dikirim pada 15 September.

Karena hal tersebut WADA pun mengeluarkan tiga sanksi, yakni atlet Indonesia tidak bisa mengibarkan bendera di ajang olahraga selain Olimpiade. Kemudian Indonesia tidak memenuhi syarat menjadi tuan rumah dalam kejuaraan tingkat regional, kontinental, atau dunia. Terakhir perwakilan Indonesia tidak memenuhi syarat menempati posisi sebagai anggota dewan di dalam sebuah komite.

Dampak terkini dari sanksi WADA tersebut adalah tidak ada bendera merah putih ketika Indonesia tampil di podium juara Thomas Cup 2020 (Thomas Cup 2021).

 

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: CNN Indonesia

Comments
Loading...