Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pemkot Pastikan PTM di Solo Tetap Jalan Meski Ada Klaster SD, Ini Alasannya

Ilustrasi Cegah Klaster PTM
Petugas menyemprotkan disinfektan di salah satu rungan di SMAN 1 Wonogiri, April 2021 lalu. Pemkot pastikan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas tetap jalan meski muncul klaster. (Solopos.com)

MURIANEWS, Solo – Pemerintah Kota Surakarta atau Pemkot Solo memastikan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Begawan akan tetap berlangsung meski muncul klaster PTM di empat SD.

Ini lantaran, pemkot hanya memberhentikan PTM di empat sekolah yang terdapat klaster. Sedangkan yang lain tidak dihentikan selama PTM berjalan lancar dan tidak ada temuan positif Covid-19.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Wali Kota, Teguh Prakosa, saat ditemui wartawan seusai Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 di Balai Kota Solo, Senin (18/10/2021).

Baca: Siswanya Positif Covid, Empat SD di Solo Ditutup Sebulan

“Jalan saja seperti biasa. Yang kami tutup hanya yang ada kasus positifnya,” kata Teguh.

Sebelumnya, Pemkot Solo memutuskan untuk menutup sementara Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di empat SD di Solo. Hal itu menyusul adanya siswa yang terpapar Covid-19 dalam tes acak program Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pertengahan bulan ini.

Penutupan sementara dilakukan dua pekan hingga satu bulan merujuk jumlah kasus di sekolah setempat.

Keempat sekolah yang terdapat kasus Covid-19 selama PTM yakni SD Kristen Manahan, SD Islam 2 Jamsaren, SDN Mangkubumen Kidul, dan SDN Semanggi Lor.

Baca: Waspada! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Angin Disertai Petir di Solo Raya Hari Ini

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan temuan kasus positif Covid-19 saat PTM merupakan hasil program tes acak Kemenkes yang dilakukan di 29 sekolah di Solo.

Pihaknya mengatakan hasil temuan di empat sekolah telah ditindaklanjuti dengan tracing dan treatment.

“Siswa yang positif sudah kami minta karantina, pelacakan juga terus kami perluas,” tegasnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...