Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pelatih Voli Demak Cabuli 13 Anak Didiknya Terancam 15 Tahun Penjara

Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono merilis kasus pelatih voli setubuhi 13 anak didiknya yang masih ABG, Senin (18/10/2021). (detikcom/Mochamad Saifudin)

MURIANEWS, Demak – Polres Demak menjerat LK (39) pelatih voli Demak yang mencabuli 13 anak didiknya dengan UU Perlindungan anak. Dengan jeratan UU tersebut, LK dituntut 15 tahun penjara.

”Atas kasus tersebut LK dikenakan UU Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara,” kata Kapolres Demak AKPB Budi Adhy Buono seperti dikutip Detik.com, Senin (18/10/2021).

LK sendiri diringkus Polres Demak atas kasus pecabulan terhadap 13 Anak Baru Gede (ABG) yang dilakukan. Ironisnya, dari 13 ABG tersebut, satu di antaranya hamil delapan bulan.

Baca: Pelatih Voli di Demak Cabuli 13 Anak Didiknya, Satu Hamil 8 Bulan

Ke-13 ABG tersebut berasal dari beberapa kecamatan di Kabupaten Demak. Untuk memuluskan aksinya, pelaku mengiming-imingi anak didiknya itu dengan jersey hingga peralatan olahraga mulai sepatu hingga bola voli.

”Tersangka ini adalah oknum pelatih voli. Setiap dia melakukan aksinya itu dia mengiming-imingi ke korban mau dibelikan jersey, bola voli, dan sepatu,” katanya.

”Jadi perlengkapan bola voli itu sebagai iming-iming dan setelah latihan itu para korban ini ada yang dikasih uang. Yang mau dicabuli itu dia dikasih uang,” imbuhnya.

Budi mengaku tersangka diduga telah melakukan aksi bejatnya sejak Januari 2021 lalu. Aksi bejat itu dilakukan tersangka di rumahnya.

Baca: Dilakukan Sejak 2020, Pelatih Voli Demak Ngaku Cabuli Anak Didiknya saat Istri Kerja

Sedangkan, aksi asusila terakhir yang dilakukan tersangka terjadi pada April 2021 lalu, sekitar pukul 22.00 WIB.

Sementara itu tersangka LK saat dihadirkan dalam jumpa pers mengatakan bahwa dirinya menjadi pelatih voli sejak 2019. Sedangkan pencabulan tersebut dilakukan sejak 2020 atau lebih lama dari keterangan polisi.

“Sejak 2019 (melatih). Sejak 2020 (melakukan aksi pencabulan),” ujar LK yang sebelumnya jualan sembako dan nasi di rumahnya itu.

LK mengakui tergiur melihat anak didiknya yang bertambah dewasa. Apalagi korbannya yang hamil hingga 8 bulan tersebut ia perlakukan seperti anak. Saat kejadian korban masih berumur 14 tahun 8 bulan.

Setiap hari korban diberi makan dan disetubuhi. Perbuatan bejat itu, dilakukannya saat istrinya bekerja di pabrik.

“Sudah ikut saya beberapa tahun yang lalu (korban yang hamil), sudah seperti anak saya sendiri. Saya kasih makan setiap hari. (Anak didik saya) 50 anak, putra-putri mulai usia SD,” terang LK.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...