Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pria di Blora Ini Gratiskan Hasil Kebun Kelapanya untuk Warga

Suparno menunjukkan buah kelapa yang berhasil dikembangkannya. (MURIANEWS/Kontributor Blora)

MURIANEWS, Blora – Suparno warga Desa Singonegoro, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, berhasil menanam pohon kelapa dengan berbuah lebat. Bahkan buah-buah kelapa itu tak pernah dijual, dan dibagikan gratis kepada warga.

Padahal di Blora terdapat anggapan kelapa sulit ditanam di wilayah itu. Penyebabnya, karena serangan hama kwawung yang membuat pohon-pohon kelapa mati.

Namun sejak empat tahun terakhir, Suparno berhasil menanam puluhan kelapa di kebunnya. Bahkan dua tahun terakhir, pohon-pohon kelapa yang ditanamnya sudah membuahkan hasil.

Tak hanya kelapa, jeruk nipis juga ditanam di kebun yang ada di sekitar rumahnya itu. Hasilnya juga diberikan kepada warga secara gratis.

‘’Di sini ada 30 pohon kelapa, dengan empat jenis varian. Luas satu hektare ditanami berbagai macam pohon buah-buahan’’ ujar Pak Riris, nama panggilanya.

Kelapa yang ditanamnya terdiri dari jenis genjah entok, kopyor wulung, kopyor biasa dan jenis gading. Semua pohon itu sudah berbuah sejak dua tahun terakhir.

Tapi dirinya tidak pernah menjual buah kelapa miliknya itu. ”Yang saya jual hanya pembibitan saja, kalau buahnya tidak pernah saya jual,’’ ujarnya.

Oleh karena itu,dirinya mempersilahkan jika tetangganya untuk mengambil buah kelapa di tempatnya ini. Apalagi pada Juli lalu saat angka Covid-19 tengah naik tinggi, ia mempersilaahkan waarga yang menginginkan kelapa muda untuk warga.

Baca: Pria Ini Patahkan Mitos Blora Tak Cocok Ditanami Kelapa

Bukan hanya warga Desa Singonegoro, warga luar desa dan kecamatan lain seperti Kecamatan Jepon sampai ke tempatnya untuk mengambil kelapa di tempatnya.

“Itu saya gratiskan semua. Karena bagi saya saat itu adalah kesempatan untuk berbuat baik,’’ ujarnya.

Tak hanya kelapa, saat itu buah jeruk nipis yang ditanam tepat di sebelah pohon kelapa juga dipersilahkan untuk diambil secara gratis. Padahal saat itu harga jeruk nipis sedang tinggi-tingginya Rp 20 ribu per kilogram.

Tapi itu baginya tidak masalah. Hingga banyak warga mengambil kelapa dan jeruk nipis, sebab kelapa dan jeruk nipis dipercaya bisa mengobati Covid-19, sehingga banyak dicari.

Kelapa dari perkebunannya itu tidak dia jual. Karena buah-buah tersebut memang diperuntukan untuk pembibitan. Jadi buah kelapa dibiarkan sampai tua baru nanti ditumbuhkan dan setelah itu dijual.

‘’Saya jual sudah dari berbagai daerah, apalagi waktu maraknya bonsai kelapa bibit saya laris, sampai saat ini kalau saya hitung sudah menjual lebih dari 500 bibit kelapa,’’ ungkapnya.

 

 

Kontributor Blora
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...