Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pria Ini Patahkan Mitos Blora Tak Cocok Ditanami Kelapa

Suparno menunjukkan kelapa yang berhasil ditanamnya. (MURIANEWS/Kontributor Blora)

MURIANEWS, Blora – Wilayah di Kabupaten Blora selama ini dikenal sulit untuk ditanami pohon kelapa. Penyebabnya, hama kwawung selalu menyerang dan membunuh kelapa-kelapa yang ditanam.

Kwawung atau wawung merupakan kumbang tanduk yang biasa menyerang janur kelapa. Sehingga pertumbuhan pohon kelapa menjadi terganggu dan lama kelamaan mati.

Namun Suparno warga Desa Singonegoro, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora berhasil mematahkan mitos tersebut.

Suparno bahkan sudah berhasil menanam puluhan pohon di lahan yang tak jauh dari rumahnya. Sejak dua tahun lalu, pohon-pohon kelapa itu bahkan sudah berbuah dan hasilnya bisa dinikmati.

‘’Di sini ada 30 pohon kelapa, dengan empat jenis varian. Luas satu hektare ditanami berbagai macam pohon kalapa dan buah-buahan,’’ ujar Pak Riris, begitu dia akrab disapa.

Dari 30 pohon tersebut terdiri dari empat varian kelapa, yakni kelapa jenis genjah entok, kopyor wulung, kopyor biasa dan jenis gading.

Bibit pohon kelapa yang dikembangkan oleh Suparno di Blora. (MURIANEWS/Kontributor Blora)

Ia mengakui, awalnya tertantang untuk bisa menumbuhkan dan menanam kelapa dengan subur. Berbagai cara pun dilakukan, agar tanaman kelapanya tak diserbu hama kwawung.

”Saat pertama nanam memang tak muda. Ada beberapa yang mati. Kemudian di tahun ke dua mulai manggar dan akhirnya berbuah,’’ ujarnya.

Baca: Mengenal Si Denok, Jati Keramat di Blora Berusia 300 Tahun 

Tapi untuk menanam kelapa ini dirinya harus melakukan perawatan ekstra. Seperti menempatkan seng besi di  batang kelapa dan pohon kelapa.

Itu gunanya untuk mencegah kwawung masuk ke dalam pohon kelapa.

Jadi ia bisa menghabiskan sampai sepuluh seng besi untuk satu pohon kelapa.

‘’Setiap pagi setiap saya melihat pohon kelapa pasti sudah ada kwawung yang terjebak, dan itu saya ambil,’’ terangnya.

Baca: Pohon Usia Ratusan Tahun di Blora Tumbang Timpa Rumah dan Sekolahan

Dengan metode yang dia buat itu akhirnya kelapa miliknya berhasil hidup, tumbuh dan berbuah hingga saat ini.

‘’Selain itu yang membuat saya berhasil tanam pohon itu karena letaknya di samping rumah, kalau jauh dari rumah bisa gagal,’’ jelasnya.

Pohon yang Pak Riris tanam ini adalah kelapa yang bisa berbuah dengan cepat. Hanya dalam waktu dua tahun kelapa sudah berbuah. Padahal normalnya pohon kelapa baru akan berbuah saat usia delapan tahun.

‘’Sebenarnya dulu di Desa Singonegoro juga banyak pohon kelapa, tapi sekarang sudah habis, sekitar tahun 80-an ada serangan hama kwawung yang tidak bisa dihentikan,’’ imbuhnya.

 

Kontributor Blora
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...