Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Golok-Golok Mentok Harga Seribuan Bisa Hidupi Nenek di Kudus

Nenek perajin Golok-Golok Mentok di Kudus, Sunti menyelesaikan pesanan. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Saat momen Maulid Nabi, menjadi berkah tersendiri bagi nenek berusia 60 tahun bernama Sunti. Dari momen ini ia bisa mendapatkan penghasilan untuk menghidupi dirinya dari membuat keranjang anyaman Golok-Golok Mentok.

Golok-Golok Mentok merupakan tradisi yang sudah turun temurun di Kudus untuk memeringati Maulud Nabi.

Tradisi golok-golok mentok ini diadakan setiap malam ke-12, bulan Rabi’ul Awal. Tradisi ini biasa diikuti oleh anak-anak.

Keranjang Golok-Golok Mentok yang dibuatnya itu dijual hanya dengan harga Rp 1 ribu. Meski demikian, hasilnya cukup untuk memenuhi kebutuhan.

Pengamatan MURIANEWS, Mbah Sunti tengah sibuk menganyam di teras kediamannya. Lokasinya berada di RT 03, RW 10, Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kudus.

Mbah Sunti cekatan membuat keranjang Golok-Golok Mentok untuk tradisi Maulid Nabi. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

Tangannya tampak lihai menganyam. Satu demi satu bambu yang sudah dicat warna pink dan hijau itu mulai terangkai membentuk wadah atau rantang yang kini disebut untuk tradisi Golok-Golok Mentok.

Kini, Mbah Sunti hanya membuat pesanan Golok-Golok Mentok berukuran kecil. Namun, dia tidak memungkiri bisa membuat ukuran sedang maupun besar. Semuanya bergantung dari pesanan.

Baca: Golok-Golok Mentok, Tradisi Sambut Maulid Nabi yang Masih Lestari di Kudus

Nenek berusia 60 tahun itu hanya membuat Golok-Golok Mentok saat momen Maulid Nabi saja. Selebihnya dia hanya membuat ekrak dari bambu.

Sampun mulai nggawe nek wulan Maulid. Payune pancen nek sasi Maulid. Nek ora Maulid nggih mboten wonten sing tumbas. (Sudah mulai membuat kalau bulan Maulid. Peminatnya memang kalau bulan Maulid. Kalau tidak Maulid tidak ada yang beli),” kata Mbah Sunti, Senin (18/10/2021).

Dalam sehari nenek dua anak itu mampu membuat 20 sampai 30 rantang. Satu buah rantang Golok-Golok Mentok itu dijualnya dengan harga Rp 1 ribu.

Sijine iki sewu. Semene isi sepuluh regone sepuluh ewu. (Satunya ini seribu. Seperti ini isi sepuluh harganya sepuluh ribu)” jelas dia.

Baca: Anyaman Bambu Golok-Golok Mentok Laris Manis Kendati Masih Pandemi

Setiap tiga hari sekali di bulan Maulid, dia setor ke tetangga depan rumahnya. Tetangganya itu nanti menjual lagi dengan harga Rp 1.500 per satunya.

Penghasilane nggih per telung dino setor niku kulo pikantuk Rp 90 ewu. (Penghasilan ya per tiga hari setor itu Rp 90 ribu),” ungkapnya.

Kendati penghasilannya pas-pasan, Mbah Sunti mengaku upah yang didapatnya itu cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Uang itu dapat digunakan untuk belanja kebutuhan sehari-hari.

Alhamdulillah saged damel blonjo. (Alhamdulillah bisa untuk belanja),” imbuhnya.

 

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

 

Comments
Loading...