Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Nasib MotoGP Indonesia 2022 Pasca Sanksi WADA

Setelah muncul sanksi WADA, nasib Event MotoGP 2022 di Indonesia bagaimana?. (facebook.com/motogp.com)

MURIANEWS, Jakarta– Setelah dianggap seperti ‘angin lalu’, sanksi dari WADA (World Anti Doping Agency), akhirnya membayangi dunia olahraga nasional. Setelah Tim Thomas menerima dampak sanksi WADA, kira-kira bagaimana nasip event MotoGP 2022?

Seperti yang sudah ramai disorot, WADA secara resmi telah menetapkan hukuman bagi tiga negara yang tidak patuh dengan Kode Anti-Doping Dunia. Indonesia adalah salah satunya, selain Thailand dan Korea Utara.

Sejak awal Oktober lalu, mereka sudah mengonfirmasi mengenai sanksi-sanksi yang kemungkinan akan diterima negara-negara yang dianggap tidak patuh tersebut. Salah satu sanksi itu adalah, Indonesia tidak boleh mengibarkan bendera kebangsaaan dalam kejuaraan tingkat Regional dunia, hingga dunia.

Selain itu, negara-negara yang masuk dalam kategori yang disebut WADA, juga tidak diperkenankan menggelar even olahraga bertaraf internasional. Soal ini membuat Indonesia terancam tidak bisa menggelar beberapa event internasional, salah satu MotoGP 2022.

Namun, ada sedikit kabar bagus terkait penyelenggaraan MotoGP 2022 di Sirkuit Mandalika, Maret 2022 nanti. WADA seperti dilansir dari Crash.net, menyatakan bendera dari negara yang bermasalah tetap tidak bisa dikibarkan di kejuaraan-kejuaraan regional, continental atau dunia.

Melalui juru bicaranya, WADA juga mengatakan, penyelenggaraan event olahraga internasional masih mungkin bisa menyelenggarakan, jika sudah menandatangani kontrak sebelum terkena suspend.

Dalam hal MotoGP 2022 ini, Indonesia sudah menandatangani kontrak jangka panjang dengan Dorna selaku owner MotoGP. Dengan demikian perhelatan MotoGP di Sirkuit Mandalika masih bisa diselenggarakan oleh Indonesia.

Termasuk dalam hal ini, terkait penyelenggaraan WorldSBK yang akan digelar di Sirkuit Mandalika, pada November 2021 ini, juga masih bisa digelar. Karena Indonesia sudah menandatangani kontrak sebelum suspend dari WADA keluar.

“Jika acara telah diberikan, maka acara tersebut dapat tetap menjadi tuan rumah,” ujar Jubir WADA tersebut, seperti dikutup oleh Chrash.net.

Meski demikian, Indonesia tidak bisa membuat kontrak baru, sampai Indonesia menyelesaikan permasalahannya dengan WADA. Sehingga secepatnya Indonesia harus bisa menyelesaikan permasalahan ini.

Menpora RI, Zainudin Amali, sendiri menyatakan, Indonesia terkena suspend WADA karena tidak menjalankan Test Doping Plan (TDP) yang dibuat pada tahun 2020. Lembaga Anti-Doping indonesia (LADI) tidak dapat mengirimkan jumlah sampel yang sesuai dengan TDP yang diinginkan WADA.

Hal ini terjadi karena, sektor olahraga sempat terhenti akibat pandemi Covid-19. Sehingga tidak ada agenda kegiatan olahraga yang dijalankan dalam pembinaan olahraga di Indonesia. Soal ini membuat LADI juga tidak bisa menjalankan program WADA.

Zainudin Amali juga menyatakan, Kemenpora sudah menyampaikan surat kepada WADA untuk melakukan klarifikasi terkait masalah ini. Pemerintah Indonesia berharap, dalam hal ini WADA juga bisa memahami apa yang dihadapi Indonesia terkait masalah itu.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: Chrash.net

Comments
Loading...