Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Soal Sanksi WADA

Taufiq Hidayat Sebut Kemenpora Kerjanya Tidur

Legenda Bulutangkis Indonesia, Taufiq Hidayat bereaksi keras atas sanksi WADA terhadap Indonesia yang berimbas ke Tim Thomas Indonesia. (facebook.com/betterbadminton/photos)

MURIANEWS, Jakarta- Legenda badminton Indonesia, Taufiq Hidayat angkat bicara soal sanksi WADA (World Anti Doping Agency) atas Indonesia. Pebulutangkis flamboyant ini mencerca keras kinerja pihak-pihak terkait dalam masalah ini.

Menyusul keberhasilan Indonesia menjuarai Thomas, sanksi WADA membuat Anthoni Ginting dkk tidak bisa mengibarkan merah putih di Aarhus, Denmark. Situasi ini memicu berbagai komentar, termasuk dari Taufiq Hidayat.

Indonesia berhasil mengakhiri dahaga gelar Thomas Cup selama 19 tahun. Kepastian itu diraih setelah Hendra Setiawan dan kawan-kawan menang 3-0 atas China pada laga final di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021).

Namun, keberhasilan Indonesia jadi juara tidak diiringi dengan berkibarnya bendera merah putih. Hal ini merupakan buntut dari sanksi dari Badan Anti Doping Dunia (WADA) yang menyatakan Indonesia tidak patuh dalam menerapkan program uji doping.

Pelarangan pengibaran bendera negara merupakan salah satu sanksi karena mengabaikan program dari WADA tersebut. Kendati demikian lagu kebangsaan Indonesia Raya tetap boleh dikumandangkan dalam perayaan Indonesia di Thomas Cup.

BACA JUGA: Sanksi WADA Mulai Membayangi Olahraga Indonesia

Ketiadaan bendera merah putih disorot oleh Taufik, yang merupakan salah satu pebulutangkis tunggal putra terbaik Indonesia di masanya. Taufiq menyayangkan hal tersebut, dan mempertanyakan kerja pemerintah, Menpora Zainuddin Amali, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), maupun Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

“Selamat piala thomas cup kembali ke INDONESIA.. Terima kasih atas kerja kerasnya team Bulutangkis Indonesia..tapi ada yg aneh bendera merah putih gak ada? Di ganti dengan bendera PBSI,” tulis Taufik di akun Instagram miliknya.

“Ada apa dengan LADI dan pemerintah kita? Khususnya Menpora KONI dan KOI? Kerjamu selama ini ngapain aja? Bikin malu negara indonesia aja. Jangan ngarep jadi tuan rumah Olympic or Piala Dunia, urusan kecil aja gak bisa beres. Kacau dunia olahraga ini,” demikian pernyataan Taufiq Hidayat.

Taufiq dalam sebuah kesempatan berbicara di salah satu televisi nasional juga dengan tegas menilai pihak-pihak yang terkait dalam urusan ini, tidak bekerja sungguh-sungguh. Mereka meremehkan urusan yang akhirnya membuat Indonesia menerima dampak.

“Kalau mereka (Kemenpora dan pihak terkait lainnya) sampai lupa report (melaporkan) untuk ini (test doping), mereka ini kerjanya apa tidur?, atau apa pemerintah olahraga ini? Jangan sampai masalah ini merugikan atlet hingga penyelenggara kompetisi,” ujarnya.

Taufiq juga menyoroti, Indonesia sering menganggap hal-hal seperti ini sebagai sesuatu yang sepele. Jika sudah terjadi apa-apa, baru ada respon dan mulai melakukan upaya, yang bisa dikatakan terlambat.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Dari Berbagai Sumber

Comments
Loading...