Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Balar Yogyakarta Temukan Dua Arca di Sukoharjo

Arca Agastya. (Istimewa/Balai Arkeologi Yogyakarta)

MURIANEWS, Sukoharjo – Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta menemukan dua arca saat melakukan eksvakasi di situs bersejarah Candi Sirih, Sukoharjo. Dua arca tersebut adalah Arca Wisnu dan Arca Agastya.

Penemuan dua arca tersebut setelah tim melakukan penggalian sedalam satu meter di situs bersejarah yang terletak di Dusun Kersan, Desa Karanganyar, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo.

Sebelumnya, Tim Balar Yogyakarta memang melakukan penelitian sejak 2019. Proses eksvakasi melibatkan belasan tenaga kerja lokal. Hasilnya, tim arkeolog menemukan candi perwara, arca Candra atau Surya.

Baca: Asyik, Candi Sukuh dan Cetho Mulai Diuji Coba Buka Akhir Pekan Ini

Mengutip Solopos.com, koordinator tim peneliti dari Balai Arkeologi Yogyakarta, Baskoro mengatakan, arca wisnu ditemukan saat menggali tanah di kedalaman sekitar satu meter.

Beberapa hari kemudian, tim peneliti kembali menemukan arca agastya di sekitar Candi Sirih.

“Arca wisnu dan arca agastya banyak ditemukan di candi Hindu. Agastya merupakan seorang resi berjenggot dan berperut besar yang menyebarkan ajaran Hindu ke wilayah selatan India,” kata dia, Sabtu (16/11/2021).

Selain arca wisnu dan agastya, tim arkeolog juga menemukan sudut pagar candi pertama. Posisi pagar candi berada di bawah candi induk. Saat ini, pekerja masih berupaya menggali tanah di sekitar pagar candi pertama.

Baca: Magelang Zona Merah, Candi Borobudur Ditutup

Baskoro menyebut Candi Sirih merupakan satu-satunya bangunan candi yang relatif utuh di Sukoharjo. Hasil penelitian tim arkeolog berupa data monumental dan artefaktual.

Data monumental berupa Candi Sirih merupakan candi Hindu yang diperkirakan didirikan pada masa Mataram Kuno sekitar abad 8-10 Masehi.

“Proses ekskavasi dilakukan hingga 25 Oktober. Sebenarnya, proses ekskavasi lanjutan dilaksanakan pada 2020. Lantaran muncul pandemi Covid-19, proses ekskavasi ditunda pada 2021,” ujar dia.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...