Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kajar dan Japan jadi Desa Wisata di Kudus

Penyerahan SK Desa Kajar yang sudah ditetapkan sebagai Desa Wisata. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Dua desa di Kabupetan Kudus kini sudah resmi menjadi desa wisata. Hal tersebut setelah Desa Kajar dan Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus telah mendapatkan surat keputusan (SK) bupati Kudus.

Penyerahan SK desa wisata itu dilakukan Bupati Kudus HM Hartopo dan diterima masing-masing kepala desa di sela Festival Kopi Muria, Sabtu (16/10/2021).

Hartopo meminta SK yang telah didapatkan itu bisa menjadi penyemangat pemerintah desa agar bisa lebih memaksimalkan potensi-potensi yang ada di desanya. Apalagi, di Kecamatan Dawe memiliki potensi alam yang sangat bagus.

“Ini support dan penyemangat untuk desa wisata. Alam, produk-produk kearifan lokal yang bisa disajikan dan dijual untuk destinasi wisata bisa dimaksimalkan untuk menarik wisata. Sehingga perekonomian warga sekitar juga bisa turut meningkat,” katanya.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus Mutrikah  menjelaskan, semangat baru diharapkan bisa tumbuh dari pemerintah desa, pokdarwis, pengelola wisata ataupun masyarakat untuk menggeliatkan potensi lokal.

“Otomatis akan ada pemberdayaan masyarakat di dalamnya. Tahun 2020 kemarin ada 12 desa wisata yang sudah ditetapkan, dan tahun ini ada 13 desa wisata dan Kajar dan Japan yang hari ini diserahkan,” ucapnya.

Baca: Desa-Desa Wisata di Kudus Ini Dikucuri Bantuan Rp 1,2 Miliar

Terpisah Kepala Desa Kajar Bambang Totok S, sangat bersyukur desa Kajar yang awalnya baru rintisan kini telah resmi menjadi desa wisata. Pihaknya akan melakukan studi banding dengan daerah lain untuk terus memajukan potensi wisata di Desa Kajar.

Saat ini di Desa Kajar sudah memiliki potensi wisata kuliner yang memanfaatkan bahan dari kearifan lokal seperti getuk atupun kopi. Selain itu, ada juga sejumlah potensi wisata alam seperti Pijar Park, Taman Sardi, hingga Hils Vaganza.

“Kami juga ada wisata religi Mbah Jipang dan Mbah Siti Aisyiah yang diyakini sebagai cikal bakal desa. Sementara kuliner getuk ada 27 warung yang terbagi dua segmen pagi dan siang,” imbuhnya.

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...