Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Seratusan Barista Berlomba Seduh Kopi Muria

Para peserta mengikuti kompetisi barista di Festival Kopi Muria. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Seratusan barista dari berbagai daerah mengikuti kompetisi barista dalam Festival Kopi Muria yang digelar Sabtu-Minggu (16-17/10/2021) di Pijar Park Kudus. Mereka berlomba-lomba menyajikan seduhan kopi Muria robusta dengan yang pas.

Ada juri-juri profesional yang menilai setiap seduhan kopi para peserta. Mereka yakni Octavianus Boli, (Q Processing – Professional Java Legend), Bimo Sakti Bagus, (Q Processing Generalist Java Legend), Nanda Dika Arsena (Q Arabica Grader-Java Legend), Doni (Professional Kopi-Kopi Thong), dan Haryo Kurniawan (Dav Coffe Roastery).

Juri tamu Quent of Latte Art Jogja, QieQie Biant dan juri artis barista asal Jakarta Gabriella Fernanda juga hadir dalam kompetisi tersebut.

Dari pantauan MURIANEWS, babak penyisihan sudah dimulai. Di kategori manual brewing peserta hanya diberi waktu maksimal 12 menit untuk proses grinder (penggilingan/penghalusan kopi) hingga proses penyeduhan menggunakan V60.

Ketua Panitia Festival Kopi Muria Anton mengatakan, peserta kompetisi barista yang hadir ada dari berbagai daerah. Bahkan, menurutnya hanya 25 persen peserta yang berasal kan dari Kabupaten Kudus, 75 persen sisanya berasalkan dari luar daerah.

“Manual brewing ada 75 peserta, latte art kami batasi ada 22 peserta,  dan untuk Cup Taster sementara ada 16 dan sampai saat ini belum kami tutup, karena sifatnya ini fun game jadi semua pecinta kopi bisa ikut. Pesertanya ada dari Sumbawa, Tasikmalaya, Bantul, Yogya, Salatiga, hingga beberapa daerah di sekitar Kudus,” ucapnya.

Baca: Festival Kopi Muria Digelar di Pijar Park Kudus

Kopi yang disediakan untuk kompetisi tersebut seluruhnya menggunakan kopi Muria. Pasalnya, tujuan digelarnya Festival Kopi Muria itu salah satunya untuk mengangkat potensi lokal.

Sementara salah seorang peserta asal Pati, Adelia Khafidz Septihani (20), menyebut, baru pertama kali mengikuti kompetisi barista selama 1,2 tahun terakhir sejak menjadi barista. Suhu dingin menjadi kendala saat menyajikan kopi di Pijar Park.

“Suhu di sini lebih dingin dari Pati, karena saat suhu ataupun grinderan kopi kurang pas rasanya bisa berubah. Ini pertama kali, bisa untuk cari ilmu dan pengalaman,” imbuhnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...