Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Si Bengal Inggris Gascoigne Dipuja di Lazio

Paul Gazza Gascoigne, saat bermain untuk SS Lazio, tahun 1990-an lalu. (facebook.com/photo)

MURIANEWS, London- Paul Gascoigne adalah fenomena sepakbola Inggris pada zamannya. Pemain temperamen dan kotroversial ini, bagaikan keping mata uang dengan dua sisi berbeda.

Di lapangan sepakbola, pada masa jayanya, Gascoigne adalah gabungan kejeniusan dan kekonyolan ‘badut’ yang selalu dinantikan penampilannya. Namun diluar lapangan, pria ini sempat dikenal sebagai jagoan mabuk tiada tandingannya.

Di Inggris, Gascoigne terkenal setelah membela Hotspur dan Tim Nasional Inggris. Namanya dikenal sebagai pemain dengan kemampuan bermain sepak bola di atas rata-rata. Berikutnya pemain ini juga pernah menjadi ikon bagi klub Italia Lazio.

Di Lazio, seperti halnya Maradona di Napoli, Gascoigne yang juga dikenal dengan sebutan Gazza, adalah ‘kesayangan’ public bola klub Lazio. Selama kurang lebih tiga musim, Gazza menjadi bagian penting bagi Lazio, salah satu klub di kota Roma Italia.

Gelandang legendaris ini, bahkan memiliki penggemar fanatik saat membela Lazio. Penggemarnya di klub yang bermarkas di kota Roma itu, jumlahnya tidak sedikit. Mereka ada ribuan dan sangat ‘menggilai’ dirinya.

BACA JUGA: Paul Gascoigne Kembali Dikenang Menjelang Uero 2020, Setelah Foden Memulainya

Seperti dilansir dari Daily Mail, Gaza bahkan mengaku pernah mengalami ‘momen menakutkan’ ketika masih bersama Lazio. Momen ini tidak lepas dari perlakuan para penggemarnya yang luar baisa di Lazio.

Momen pertamanya adalah ketika pertama kalinya dirinya bergabung dengan Lazio. Tahun 1992 dirinya diboyong dari Hotspur ke Roma, dan sambutan dari penggemarnya sudah sangat luar biasa.

“Saat itu 10.000 orang berada di bandara, cukup menegangkan!” kata Gascoigne memulai ceritanya.

“Saya kemudian mulai terbiasa dengan hal-hal seperti itu. Fansnya luar biasa, menyanyikan nama saya di setiap pertandingan,” tuturnya mengenang masa saat dirinya main di Lazio.

Bahkan pada saat dirinya sudah tidak bermain untuk Lazio, sambutan luar biasa tetap saja masih diterimanya. Sebuah pengalaman yang dialaminya menunjukan hal itu, setelah dirinya lima tahun meninggalkan Lazio.

Gazza mengaku setelah meninggalkan Lazio, dirinya sempat datang kembali ke sana dalam sebuah acara liburan. Saat itu dirinya berlibur di salah satu pegunungan di Italia. Saat berada di sebuah kafe, situasinya menjadi tak terkendali saat identitasnya dikenali pemilik kafe.

“Ada sebuah kafe, seorang pria yang memilikinya masuk dan berkata, “Kamu Gascoigne!” Saya berkata, “Tidak, saya tidak”. Namun setelah saya melihat foto saya di belakangnya, saya kemudian berkata ‘oh sial’,” ceritanya berlanjut.

“Selanjutnya saya melihatnya menelpon. Selang 40 menit kemudian, 8 ribu orang muncul dan saya harus memanggil petugas keamanan. Jadi itu cukup menakutkan,” lanjutnya sambil tertawa lebar.

Paul ‘Gazza’ Gascoigne yang saat ini berusia 54 tahun, dikenal sebagai salah satu pemain terbesar Inggris. Pada Piala Dunia 1990 di Italia, Gascoigne tampil luar biasa meskipun gagal membawa Inggris ke Final. Namun permainannya pada akhirnya membuat Lazio terkesan dan memboyongnya ke Roma, pada 1992.

Di Liga Italia, Gazza juga mengaku mendapatkan banyak kejutan, saat harus menghadapi pemain top seperti Maldini, Baresi dan Marco van Basten serta Rud Gullit. Kenangan paling berkesan adalah saat Lazio dipukul AC Milan 0-5.

“Ketika saya bermain melawan AC Milan, saya berkata, ‘Baiklah, saya akan menunjukkan kepada mereka betapa bagusnya saya’. Tapi mereka punya Gullit, Rijkaard, van Basten, Baresi, Maldini. Saya pikir saya hanya mendapat satu sentuhan dalam 90 menit! Dihancurkan 5-0. Mereka sangat fenomenal,” katanya antusias.

Inter, Juventus, mereka semua menjadi lawan Lazio.Tapi Milan, pada saat itu memang merupakan tim yang menakutkan. Mereka disebutnya, ‘bisa membersihkan semuanya’. Kenangan melawan AC Milan, tetap indah bagi dirinya.

Selama tiga musim Gazza bermain untuk Lazio sebelum akhirnya pindah ke Glasgow Rangers pada 1995. Di Glasgow Gazza kembali menunjukan kemampuannya, dengan menciptakan 39 gol dalam 104 pertandingan.

Penampilannya yang luar biasa bersama Glasgow Rangers membuatnya kembali dipanggil Tim Nasional Inggris. Gazza berkesempatan bermain di Euro 1996 yang digelar di Inggris.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: Daily Mail

Comments
Loading...